2025, Capex 3 Emiten Telko Tembus Rp51 Triliun
Jakarta, ID – Tiga emiten telko digital (telko) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, yakni PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT XLSMART Telecom Sejahtera (EXCL), merealisasikan total belanja modal (capital expenditure/capex) Rp51,7 triliun pada 2025.
Total nilai capex tiga emiten telko tersebut naik Rp4,8 triliun (10,23%) dibandingkan periode yang sama setahun lalu (2024), atau year on year (YoY) masih Rp46,9 triliun.
Terbaik, Telkom mampu menggenjot capex pada 2025 menjadi Rp27,5 triliun, tumbuh Rp3 triliun (12,24%) dibandingkan periode setahun sebelumnya Rp24,5 triliun.
Seiring dengan itu, nilai capex Indosat dan XLSMART juga naik tahun lalu. Capex Indosat naik Rp1 triliun (8,33%) menjadi Rp13 triliun dibandingkan setahun lalu Rp12 triliun.
Terakhir, capex XLSMART juga naik Rp0,8 triliun (7,69%) menjadi Rp11,2 triliun pada 2025 dari tahun 2024 masih Rp10,4 triliun.
Sebagai pengingat, pada 2025, laporan keuangan XLSMART masih terpisah antara PT XL Axiata Tbk dan PT Smartfren Telecom Tbl. Baru tahun 2025, setelah merger tuntas, kedua perseroan menggabungkan laporan keuangannya di entitas barus XLSMART.
Sebagian besar belanja modal dari tiga emiten telko itu dialokasikan untuk membangun infrastruktur, terutama penyediaan penguat sinyal seluler di menara telekomunikasi (base transceiver station/BTS), selain investasi pengembangan bisnis digital.
Telkom Rp27,5 Triliun
Telkom, emiten telko dan digital terbesar di Tanah Air berkode saham TLKM, membelanjakan modal (capital expenditure/capex) Rp27,5 triliun untuk ekspansi pada 2025.
Nilai capex tersebut mencapai 18,8% dari total pendapatan. Pertumbuhan bisnis infrastruktur didorong oleh konsistensi TelkomGroup dalam disiplin investasi dengan alokasi capex.
“Mayoritas belanja modal sebesar 93% dialokasikan untuk perluasan infrastruktur segmen B2C, B2B Infrastructure, dan internasional,” ujar Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, dikutip InfoDigital.co.id, Rabu (13/5/2026).
Sementara itu, investasi yang tersisa, 7% dialokasikan untuk mendukung pengembangan platform digital dengan tetap mengoptimalkan synergy value.
Salah satunya, melalui anak usaha yang menangani bisnis seluler dan data (B2C) Telkomsel, Telkom terus memperbanyak menara penguat sinyal seluler (base transceiver station/BTS), baik 4G/LTE maupun 5G.
Telkom pun terus ekspansi antara lain dengan membangun backbone serat optik dengan total lebih dari 210.000 km, menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh nusantara, layanan data center dan cloud, dan konektivitas satelit untuk menjangkau area blank spot dan wilayah geografis yang menantang.
Indosat Rp13 Triliun
Indosat, atau juga dikenal juga sebagai Indosat Ooredoo Hutchison, emiten telekomunikasi dan digital terbesar kedua di Tanah Air, mengalokasikan capex Rp13 triliun untuk tahun 2025.
Dana capex Rp13 triliun pada 2025 di antaranya digunakan untuk pengembangan layanan bagi pengguna, termasuk pembangunan jaringan telekomunikasi di daerah terluar dan rural, terutama di bagian wilayah Indonesia Timur.
Salah satu yang serius tengah digarap oleh Indosat adalah pengembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang juga akan diluncurkan menjadi produk yang berguna bagi masyarakat.
Dalam pengembangannya, perseroan pun telah menggandeng para inovator yang memiliki kesamaan visi dalam membangun ekosistem AI yang mandiri dengan ciri khas Indonesia. Salah satu mitra global yang digandeng di antaranya NVidia, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat.
Hingga 31 Desember 2025, Indosat mengoperasikan total 278.173 BTS yang terdiri atas 213.898 BTS berteknologi 4G/LTE, 57.403 BTS 2G, dan 6.872 unit BTS berjaringan 5G. Pengembangan jaringan BTS pun telah berkontribusi terhadap peningkatan trafik data.
XLSMART Rp11,2 Triliun
Terakhir, XLSMART merealisasikan belanja modal Rp11,2 triliun sepanjang tahun 2025. Capex tersebut terutama dialokasikan untuk integrasi dan meningkatkan kualitas jaringan.
Pada akhir 2025, total jumlah base transceiver station (BTS) XLSMART pun mencapai total lebih dari 225.649 BTS, bertambah 36% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan total objek yang diintegrasikan mencapai sekitar 34.500 objek.
Sementara itu, trafik layanan di periode tersebut juga mengalami pertumbuhan sebesar 38% YoY mencapai 14.566 petabytes.
Tahun 2025 menjadi tonggak bersejarah bagi XLSMART dengan keberhasilan menyelesaikan merger yang menghasilkan sinergi nyata dan manfaat operasional signifikan.
“Kami bersyukur dan bangga dengan hasil pencapaian perusahaan dari fase awal merger hingga sepanjang akhir tahun 2025 ini,” ujar Presiden Direktur & CEO XLSMART Rajeev Sethi. (abm)
Capex Emiten Telko RI 2025
(Dalam triliun rupiah)
| No | Emiten | 2022 | 2023 | 2024 | 2025 |
| 1. | Telkom | 40 | 33 | 24,5 | 27,5 |
| 2. | Indosat | 12 | 12,7 | 12 | 13 |
| 3. | XLSMART | – | – | – | 11,2 |
| 3. | XL Axiata | 9 | 7,16 | 7,4 | – |
| 4. | Smartfren | 3 | 3 | 3 | – |
| Total | 64 | 55,86 | 46,9 | 51,7 |
Sumber: Emiten Telko dan Diolah, Mei 2026



