2025, Laba Bersih Telkom Tembus Rp22 Triliun
Jakarta, ID – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, emiten telko dan digital terbesar di Tanah Air berkode saham TLKM , berhasil membukukan laba bersih disesuaikan (normalized net income) Rp22,7 triliun dengan normalized net income margin 15,4% tahun 2025.
Sementara itu, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) konsolidasi perseroan tahun 2025 tercatat Rp72,2 triliun dengan margin EBITDA sebesar 49,2%.
Di sisi lain, normalized EBITDA tercatat sebesar Rp73,2 triliun dengan normalized EBITDA margin sebesar 49,9%.
Pencapaian tersebut diperoleh dari pendapatan konsolidasi perseroan yang tercatat sebesar Rp146,7 triliun. Pendapatan dikontribusi dari lini bisnis antara lain B2B infrastructure, fiber-to-the-tower (FTTT) Mitratel, wholesale & international service, B2B ICT, serta B2C Telkomsel.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan, sepanjang tahun 2025, Telkom telah berhasil menjaga kinerja yang stabil berkat strategi transformasi TLKM 30.
“Di tahun 2026, Telkom berada pada fase penting dalam mengakselerasi dan melanjutkan eksekusi transformasi. Dengan disiplin operasional, kami semakin yakin dapat memperkuat daya saing dan menciptakan nilai yang berkelanjutan,” ujar Dian, dikutip InfoDigital.co.id, Selasa (12/5/2026).
Lewat strategi TLKM 30, Telkom memantapkan arah transformasi yang lebih terstruktur untuk mengakselerasi terwujudnya visi sebagai penggerak ekosistem digital nasional yang berdaya saing global, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.”
Ke depan, lanjut dia, Telkom akan terus melangkah dengan arah yang lebih terstruktur untuk menghadirkan kinerja yang semakin solid serta memberikan manfaat optimal bagi seluruh pemangku kepentingan.
Di tengah tekanan kondisi makroekonomi dan tantangan yang dihadapi sektor telekomunikasi dalam beberapatahun terakhir, Telkom terus beradaptasi dan bertransformasi baik dari sisi strategi perusahaan, model bisnis, maupun produk dan layanan.
Perubahan Kebijakan Akuntansi
Sementara itu, sebagai tindak lanjut agenda total governance reset yang diamanatkan Danantara Indonesia, Telkom melakukan penyelarasan kebijakan akuntansi guna meningkatkan akurasi penyajian laporan keuangan, termasuk memastikan prinsip yang digunakan dalam menentukan satuan masa manfaat dan klasifikasi aset menjadi lebih tepat. Hal tersebut pun telah menyebabkan performa laba bersih mengalami kontraksi sebesar 9,5% year on year (YoY) sebagai dampak peningkatan beban percepatan depresiasi.
Seiring penerapan kebijakan tersebut, perseroan turut melakukan restatement atas laporan keuangan tahun 2023 dan 2024.
Inisiatif itu sekaligus memperkuat praktik tata kelola yang transparan, prinsip kehati-hatian, dan disiplin dalam pengelolaan aset, sejalan dengan implementasi pilar pertama TLKM 30, yakni Operational and Service Excellence. (bdm)




