Infodigital.co.id

RUPSLB Link Net Setuju Tambah Bidang Usaha

Jakarta, ID – Para pemegang saham PT Link Net Tbk, emiten penyelenggara jaringan tetap dan internet serta multimedia berbasis kabel berkode saham LINK, setuju penambahan kegiatan usaha/bisnis penunjang/pendukung.

Beberapa kegiatan usaha baru Link Net yang akan ditambahkan antara lain  pemasangan sistem elektronika, pemasangan konstruksi lainnya, keamanan siber, penerbitan software,  dan perdagangan besar suku cadang elektronik.

Sementara itu, penambahan kegiatan usaha penunjang itu disetujui para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luae Biasa   (RUPSLB) yang digelar di Jakarta pada Rabu (3/6/2026).

Corporate Secretary Link Net Rininta Agustina Widya Pratika menyampaikan, RUPSLB Link Net pada 3 Juni lalu telah memenuhi kuorum karena dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 2.536.905.523 saham (92,119%) dari seluruh saham dengan hak suara sah yang telah dikeluarkan sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan.

“Terkait penambahan kegiatan usaha pendukung dan penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 mengacu pada Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2025 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia, 92,12% (peserta rapat) kuorum setuju,” ungkap Rininta, dikutip InfoDigital.co.id, Jumat (5/6/2026).

Link Net telah melaksanakan kegiatan usaha utama, yakni aktivitas telekomunikasi dengan kabel, jasa akses internet (internet service provider/ISP), jasa sistem komunikasi data, jasa gerbang akses internet (network access point/NAP), dan jasa televisi protokol internet (IPTV).

Kini, pemegang saham setuju, Link Net menambah kegiatan usaha penunjang, antara lain aktivitas jasa telekomunikasi dengan nirkabel, telekomunikasi dengan satelit, dan aktivitas jasa telekomunikasi lainnya.

Selanjutnya, aktivitas jasa internet teleponi untuk keperluan publik,  konsultasi manajemen dan bisnis lainnya,  dan aktivitas pusat panggilan (call center).

Link Net juga bisa menambah kegiatan usaha perdagangan besar atas dasar balas jasa/kontrak perdagangan besar komputer dan perlengkapannya, perangkat lunak, perdagangan besar peralatan telekomunikasi, dan berbagai macam barang selain di grosir/perkulakan swalayan.

Perseroan juga merambah ke bisnis pemasangan jaringan telekomunikasi, aktivitas pemrograman komputer lainnya, konsultansi komputer dan manajemen fasilitas komputer lainnya, penerbitan perangkat lunak, dan aktivitas penyediaan dan pengelolaan identitas digital.

Link Net akan menjalankan aktivitas bisnis konsultasi dan manajemen keamanan siber, sertifikat elektronik dan jasa terkait, serta konsultansi dan perancangan internet of things (IoT).

Terakhir, Link Net juga menambah bisnis pendukung untuk pengolahan data, penyediaan infrastruktur komputasi, hosting, dan aktivitas terkait, jasa portal pencarian web dan informasi lainnya, serta aktivitas perdagangan besar alat fotografi dan barang optik.

Pada perdagangan Kamis (4/6/2026), saham LINK ditransaksikan menguat Rp30 (2,50%) ke penutupan Rp1.230. Sahamnya dibuka dari Rp1.260 yang juga level tertingginya, serta sempat ke posisi terendah Rp1.100. (bdm)

Komentar

Iklan