Infodigital.co.id

Kuartal I, Telkomsel Sumbang 74% Pendapatan Telkom

Dirut Telkom Dian Siswarini. (Dok Telkom)

Jakarta, ID – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, emiten telko dan digital terbesar di Tanah Air berkode TLKM, mencatat, pendapatan Telkomsel senilai Rp27,6 triliun berkontribusi 74,21% terhadap total pendapatan TelkomGroup yang mencapai Rp37,19 triliun pada kuartal I-2026.

Jadi, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi Rp37,19 triliun pada kuartal I-2026, tumbuh 1,5% dibandingkan setahun lalu (year on year/YoY) Rp36,64 triliun.

Tentu saja, bisnis segmen B2C (mobile dan fixed broadband), pendapatan Telkomsel berkontribusi terbesar mencapai Rp27,6 triliun, atau tumbuh 1,3% YoY didorong pendapatan bisnis digital.

Kontribusi pendapatan Telkomsel Rp27,6 triliun tersebut mencapai 74,21% terhadap keseluruhan konsolidasi pendapatan TelkomGroup yang mencapai Rp37,19 triliun.

Saat ini, Telkomsel menjalankan bisnis Telkom pada layanan seluler (mobil broadband melalui brand antara lain kartu HALO dan Simpati. Telkomsel juga berbisnis internet residensial (fixed broadband) melalui brand IndiHome.

Selanjutnya, EBITDA Telkom tercatat Rp18,0 triliun dengan EBITDA margin pada 48,3% pada kuartal I-2026. Perseroan juga mencatat laba bersih Rp4,3 triliun dengan margin laba bersih pada 11,7%.

Sedangkan untuk laba bersih yang dinormalisasi sebesar Rp5,1 triliun dengan margin laba bersih yang dinormalisasi 13,8%.

Kontraksi pada laba bersih terutama dipengaruhi oleh dampak lanjutan dari percepatan depresiasi dan proses normalisasi bisnis selama fase transformasi.

Namun, tekanan tersebut bersifat transisional dan non-cash, sementara secara fundamental kinerja operasional tetap terjaga.

Arus kas operasional perseroan juga tumbuh 3,1% YoY menjadi Rp17,3 triliun, didorong oleh implementasi program efisiensi total pengeluaran (total expenditure/totex) serta disiplin penagihan yang semakin baik.

“Kinerja kuartal pertama 2026 menjadi awal baik dan motivasi bagi TelkomGroup untuk dapat terus melakukan perbaikan secara bertahap guna memberikan pencapaian dan kontribusi terbaik bagi perusahaan, pelanggan, masyarakat dan negara,” ujar Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, dikutip InfoDigital.co.id, Sabtu (30/5/2026).

Menurut Dian, Telkom mencatat pertumbuhan kinerja keuangan progresif pada sebagian segmen bisnis di tengah kondisi ketidakpastian makroekonomi pada kuartal I-2026.

Pencapaian itu mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menerapkan disiplin operasional seraya mengakselerasi eksekusi strategi transformasi TLKM 30.

Tahun ini, lanjut dia, Telkom akan semakin gencar dalam mengakselerasi eksekusi strategi TLKM 30 demi menciptakan value yang optimal dan memastikan keberlangsungan perusahaan yang semakin solid ke depan.

Kontribusi Segmen Bisnis Lain

Selain Telkomsel, pendapatan Telkom pada kuartal I-2026 dikontribusi segmen B2B Infrastructure yang menunjukkan kinerja positif dengan pendapatan Rp2,4 triliun, atau tumbuh 6,8% YoY.

Pertumbuhan B2B Infrastructure  ditopang oleh ekspansi berkelanjutan bisnis menara telekomunikasi (tiber-to-the-tower/FTTT) yang digawangi oleh anak usaha Telkom, yakni Mitratel.

Pada bisnis data center, pendapatan Telkom diperoleh dari fasilitas data center dan colocation data center yang dimiliki oleh NeutraDC Group, serta fasilitas edge data center NeuCentrIX yang saat ini masih berada di bawah kendali operasional Telkom.

Pada unit Wholesale & International Service, pendapatan Telkom tercatat Rp2,8 triliun, dengan pertumbuhan layanan interkoneksi 18,9% QoQ berkat meningkatnya aktivitas international wholesale voice business.

Selanjutnya, pada segmen B2B ICT, perseroan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp3,1 triliun di tengah proses restrukturisasi yang sedang berlangsung. (abm)

Komentar

Iklan