ITSEC Asia Gandeng SGCI, Bidik Pasar Keamanan Siber Pantai Gading

ITSEC Asia Gandeng SGCI, Bidik Pasar Keamanan Siber Pantai Gading

Patrick Dannacher (kiri) dan Cyrille Koffi (kanan). (Dok ITSEC Asia) --

Jakarta, ID – PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) memperluas jangkauan bisnis keamanan sibernya ke pasar Afrika melalui kemitraan strategis dengan Société de Gestion et de Concept en Informatique (SGCI), perusahaan teknologi informasi yang berbasis di negara Pantai Gading. 

Kerja sama tersebut ditujukan untuk memperkuat layanan keamanan siber bagi institusi publik dan operator infrastruktur kritis di negara Pantai Gading.

Kemitraan yang dituangkan dalam nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dijalankan melalui anak usaha ITSEC Asia, ITSEC Services Asia Pte Ltd. 

Kedua perusahaan akan menggabungkan teknologi keamanan siber, keahlian teknis, serta pengalaman operasional untuk mengembangkan layanan yang dapat beroperasi secara berkelanjutan di tingkat lokal.

Langkah tersebut sekaligus menandai ekspansi pertama ITSEC Asia ke benua Afrika. 

Inisiatif itu menjadi bagian dari strategi pertumbuhan internasional perusahaan yang mencakup kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika.

Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Dannacher, mengatakan bahwa meningkatnya kompleksitas teknologi membuat organisasi di Pantai Gading membutuhkan perlindungan siber yang berjalan secara konsisten, bukan sekadar layanan yang diberikan dalam satu kali proyek.

Menurut Patrick, pengalaman SGCI selama lebih dari 20 tahun di pasar lokal Pantai Gading menjadi modal penting untuk membangun layanan tersebut. 

“Kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi internasional kami untuk bekerja bersama mitra yang telah mapan di setiap pasar, sehingga kapabilitas keamanan siber dapat diakses oleh organisasi di Pantai Gading yang mengancam,” ungkap Patrick, dikutip InfoDigital, Senin (12/10/2026). 

BACA JUGA:Semester I, ITSEC Asia Raih Laba Bersih Rp34,3 Miliar

ITSEC Asia akan melengkapi keahlian mitranya dengan teknologi, kapabilitas teknis, dan pengalaman dalam menjalankan operasi keamanan siber.

Managing Director SGCI Cyrille Koffi menambahkan, institusi publik dan pengelola infrastruktur kritis di Pantai Gading membutuhkan layanan keamanan siber berkelanjutan, dikelola secara lokal, serta selaras ketentuan nasional.

Saat ini, SGCI memiliki pengalaman yang mumpuni dalam audit sistem informasi, integrasi teknologi, dan operasi keamanan siber. 

Dengan dukungan ITSEC Asia, SGCI pun akan menargetkan pengembangan kemampuan deteksi dan respons terhadap ancaman siber yang tetap berada dalam kendali operasional lokal.