Kaspersky Ungkap Serangan Malware NetamLoader Sasar Windows 10 Pemerintahan Asia
Ilustrasi malware NetamLoader menyerang lewat OS Windows 10. (Dok Kaspersky)--
Jakarta, ID – Tim Riset dan Analisis Global (GReAT) Kaspersky, perusahaan konsultan dan penyedia solusi keamanan siber global asal Rusia, menemukan adanya serangan siber malware NetamLoader yang menyasar sistem operasi Windows 10 di pemerintahan di sebuah negara Asia.
Uniknya, penyerang menggunakan komponen software resmi untuk meluncurkan NetamLoader, sebuah kerangka kerja (framework) malware yang sebelumnya tidak diketahui, yang mampu menerima dan menjalankan kode tambahan sembari menyembunyikan aktivitasnya.
Malware dirancang khusus untuk sistem operasi tersebut. Salah satu aksi tindakannya dengan menghapus entry tertentu dari log komponen pembaruan sistem Windows 10.
Sementara itu, produk solusi Kaspersky mendeteksi ancaman ini sebagai HEUR:Trojan.MSIL.NetamLoader.gen, Trojan.MSIL.Zapchast.*, dan Trojan.Script.Agent.*.
Kepala Pusat Penelitian GReAT Kaspersky untuk wilayah Asia Pasifik & Timur tengah dan Afrika Sergey Lozhkin mengatakan, kedaulatan teknologi telah menjadi prioritas bagi banyak pemerintah dan sistem operasi (antara lain Windows) sering kali jadi titik awal upaya tersebut.
“Kasus ini menunjukkan mengapa pihak pertahanan perlu mencermati, bagaimana berbagai komponen saling berinteraksi, bukan sekadar memastikan apakah setiap program merupakan perangkat yang sah," ujar Sergey Lozhkin, dikutip InfoDigital, Senin (2/11/2026).
BACA JUGA:Malware Spionase RAT GoSerppent Incar Rahasia Pemerintah di Asean
Hasil Investigasi
Investigasi pun dimulai pada paruh pertama tahun 2026, ketika Kaspersky mendeteksi berkas konfigurasi mencurigakan di dalam sebuah arsip yang tersimpan di folder pembaruan Windows.
Sebagian besar program pendampingnya merupakan software yang sah, termasuk komponen dari alat manajemen patch pihak ketiga, Patch My PC, serta modul yang ditandatangani oleh Microsoft.
Namun, penyerang menggunakan berkas pendukung yang telah dimodifikasi agar perangkat lunak asli tersebut bisa memuat instruksi yang berbahaya dan ilegal.
Lokasi dan isi arsip tersebut mengarah pada kemungkinan adanya serangan rantai pasok perangkat lunak (software supply chain attack), di mana penyerang menyalahgunakan proses pengiriman atau pembaruan perangkat lunak untuk mencapai target mereka.
Modus Operandi Serangan
Para peneliti tidak mengamati, bagaimana arsip tersebut sampai ke tangan korban, dan temuan ini tidak menunjukkan bahwa Patch My PC atau sistem distribusinya telah disusupi.