Boncos Investasi di GoTo, Laba Bersih Telkom Tergerus 1,92%

Boncos Investasi di GoTo, Laba Bersih Telkom Tergerus 1,92%

Kantor Pusat Telkom di Kawasan Gatsu, Jaksel (Dok Telkom)--

Jakarta, ID – Boncos investasi di GoTo telah mengakibatkan laba bersih PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, emiten telko digital terbesar di Tanah Air berkode saham TLKM, turun sekitar Rp380 miliar (1,92%) menjadi Rp19,46 triliun pada 2026 hingga 30 September dibandingkan setahun sebelumnya (year on year/YoY) masih Rp19,84 triliun.

Laba perseroan tersebut diperoleh dari total pendapatan yang sebenarnya mampu tumbuh Rp3,88 triliun (3,54%) menjadi Rp113,5 triliun dari setahun sebelumnya Rp109,62 triliun.

Tetapi, karena pendapatan harus dikurangi dengan beban biaya yang cukup besar, penghasilan bersih lainnya yang diperhitungkan minus (salah satunya investasi di GoTo), dan adanya peningkatan pembayaran pajak penghasilan (PPh). 

Jadi, salah satu penyebab laba bersih turun diakui Telkom karena investasi pada GoTo masih diperhitungkan sebagai potensi kerugian. Selain itu, beban biaya lainnya serta adanya peningkatan dan tangguhan beban pembayaran pajak penghasilan (PPh). 

BACA JUGA:Semester I, Laba Telkom Tembus Rp10 Triliun

Direktur Utama Nanang Hendarno mengungkapkan, laporan keuangan konsolidasian Telkom dan entitas anak usaha tahun 2026 hingga 30 September disajikan sesuai Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

“Seluruh informasi dalam laporan keuangan konsolidasian perusahaan dan entitas anak usaha pun telah diungkapkan secara lengkap dan benar,” ujar Nanang, dalam pengantar laporan keuangan, dikutip InfoDigital, Senin (2/11/2026).  

Kembali ke catatan pada laporan keuangan, berikut penjelasan lanjutan, kenapa pada akhirnya laba bersih Telkom turun walaupun total pendapatannya masih mampu tumbuh 3,54%. 

Laba Usaha dan Laba Bersih Pun Turun

Dampak dari semua akumulasi beban biaya yang tersebut di atas, dua di antaranya akibat investasi pada GoTo dan startup, laba usaha Telkom pun langsung turun sekitar Rp245 miliar (0,86%) menjadi Rp27,99 triliun dari setahun lalu masih Rp28,24 triliun.

BACA JUGA:Pendapatan Telkomsel Berkontribusi 73% ke Telkom

Ke pos berikutnya, laba sebelum PPh perseroan sebenarnya sedikit membaik tumbuh Rp233 miliar (0,91%) menjadi Rp25,73 triliun karena beban biaya pendanaan yang menurun.

Namun, masalahnya, Telkom harus menanggung tambahan beban pembayaran PPh yang naik sekitar Rp613 miliar (10,84%) menjadi Rp6,26 triliun pada sembilan bulan tahun 2026 hingga 30 September dibandingkan setahun lalu masih Rp5,65 triliun.   

Pada akhirnya, laba bersihnya pun turun sekitar Rp380 miliar (1,92%) menjadi Rp19,46 triliun dibandingkan setahun sebelumnya masih Rp19,84 triliun.