ITSEC Asia Gandeng SGCI, Bidik Pasar Keamanan Siber Pantai Gading

ITSEC Asia Gandeng SGCI, Bidik Pasar Keamanan Siber Pantai Gading

Patrick Dannacher (kiri) dan Cyrille Koffi (kanan). (Dok ITSEC Asia) --

“Pendekatan tersebut akan dimulai melalui proyek-proyek berskala nasional, dengan menggabungkan keahlian lokal SGCI dan dukungan teknologi dari ITSEC Asia,” tutur Cyrille Koffi.

BACA JUGA:ITSEC Asia Gunakan Laba 2025 untuk Ekspansi

Pembagian Peran ITSEC Asia dan SGCI

Sementara itu, dalam kerja sama dengan ITSEC Asia, SGCI akan berperan memimpin hubungan dengan klien, koordinasi proyek, dan pelaksanaan layanan. 

Peran SGCI itu didukung dengan pengalamannya yang lebih dari dua dekade di pasar lokal Pantai Gading, termasuk dalam kemampuan audit sistem informasi, integrasi, keamanan ofensif, dan forensik digital.

Di sisi lain, ITSEC Asia akan bertindak sebagai mitra teknologi dan penyedia kapabilitas keamanan siber. Dukungan yang disiapkan mencakup solusi keamanan, keahlian teknis, pelatihan, serta pendampingan berkelanjutan bagi tim lokal SGCI.

Walau begitu, kedua perusahaan juga berencana untuk menjajaki proyek operasi keamanan siber yang berskala nasional di Pantai Gading. 

Pelaksanaannya akan mengandalkan kombinasi jaringan bisnis dan pemahaman regulasi  erus milik SGCI dengan teknologi serta pengalaman operasional ITSEC Asia.

Pembagian tanggung jawab tersebut dirancang untuk memungkinkan layanan keamanan siber dijalankan lebih dekat dengan kebutuhan pelanggan di Pantai Gading, sekaligus memanfaatkan kapabilitas teknis dari kedua  erusahaan.

Fokus pada SOC, MDR, dan Keamanan Infrastruktur Kritis

Kedua pihak, ITSEC Asia, SGCI, akan menjalankan kerja sama dengn fokus pada layanan security operations center (SOC), managed detection and response (MDR) dan keamanan infrastruktur kritis.

Saat ini, kebutuhan terhadap keamanan siber di Pantai Gading semakin relevan seiring perkembangan transformasi digital di sektor publik dan swasta. 

Peningkatan penggunaan teknologi pun turut memperluas potensi paparan terhadap serangan siber, khususnya pada sistem yang menopang layanan penting dan infrastruktur kritis.

BACA JUGA:ITSEC Asia Hadirkan IntelliBron Aman Enterprise

Risiko juga berkembang akibat konvergensi teknologi informasi (information technology/IT), teknologi operasional (operational technology/OT), dan sistem kendali industri (industrial control systems/ICS).