Sembilan Bulan 2026, ITSEC Asia Rugi Usaha Rp9,7 Miliar
President Director ITSEC Asia Patrick Dannacher di acara AICX 2026. (Dok ITSEC Asia)--
Jakarta, ID – PT ITSEC Asia Tbk, emiten penyedia layanan keamanan siber dan AI untuk Indonesia dan Asia-Pasifik berkode saham CYBR, membukukan rugi usaha Rp9,7 miliar tahun 2026 hingga September.
Perseroan sebenarnya membukukan laba tahun berjalan/bersih sebesar Rp22,55 miliar, meningkat 96,08% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, laba bersih tersebut diperoleh karena ITSEC mencatat pajak penghasilan (PPh) tahun berjalan 2026 dan tangguhan 2025 sebagai penghasilan.
Walau begitu, menurut Presiden Direktur ITSEC Asia Patrick Dannacher, ITSEC Asia memasuki penghujung tahun 2026 dengan momentum bisnis yang makin kuat.
Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan pendapatan kuartalan, perbaikan margin laba kotor serta peningkatan efisiensi operasional.
ITSEC Asia pun terus memperkuat momentum tersebut melalui pengembangan portofolio AI dan keamanan siber serta peningkatan kapabilitas perusahaan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.
“Masih ada pekerjaan yang perlu kami selesaikan, namun kami melihat perkembangan pada kuartal ini sebagai momentum yang baik untuk memasuki bulan-bulan terakhir tahun ini dengan posisi lebih kuat," ujar Patrick, dikutip InfoDigital, Selasa (3/11/2026).
BACA JUGA:Semester I, ITSEC Asia Raih Laba Bersih Rp34,3 Miliar
Kinerja 9 Bulan 2026
Melihat laporan keuangan tahun 2026 hingga September, ITSEC Asia membukukan pendapatan usaha Rp294 miliar, turun Rp3,22 miliar (1,09%) dibandingkan setahun lalu mencapai Rp297,23 miliar.
Setelah dikurangi beban pokok penjualan Rp194,68 miliar, perseroan pun masih mampu membukukan laba kotor Rp99,32 miliar, turun Rp38,45 miliar (27,91%) dibandingkan setahun lalu Rp137,78 miliar.
Namun, selanjutnya, setelah dikurangi beban umum dan administrasi Rp124,31 miliar dan adanya pendapatan lain-lain Rp15,29 miliar, ITSEC Asia membukukan rugi usaha Rp9,7 miliar, anjlok Rp21,82 miliar (180%) dibandingkan setahun lalu masih bisa laba usaha Rp12,12 miliar.
Walaupun begitu, pada akhirnya perseroan membukukan laba tahun berjalan/bersih Rp22,55 miliar pada sembilan bulan tahun 2026 karena PPh Rp32,93 miliar dihitung sebagai penghasilan.
BACA JUGA:Semester I, ITSEC Asia Raih Laba Bersih Rp34,3 Miliar
Kinerja Kuartal III-2026
Di tengah masih beratnya kinerja keuangan pada 2026, Patrick menyebut, laporan keuangan ITSEC Asia dalam tren membaik jika melihat perkembangan kuartal III-2026.
Pada kuartal ketiga yang berakhir pada 30 September 2026, pendapatan konsolidasian ITSEC Asia meningkat 39% secara tahunan menjadi Rp92,8 miliar.
Laba kotor pun mampu tumbuh 57%, melampaui pertumbuhan pendapatan. Sementara itu, margin laba kotor meningkat 3,4 poin persentase menjadi 29,9%.
Karena itu, rugi usaha berhasil ditekan menjadi Rp15,7 miliar pada kuartal III-2026 dari Rp30,4 miliar kuartal III-2025. Rugi sebelum pajak juga berkurang setengahnya. Sementara itu, rugi bersih turun 53% secara tahunan.
Perusahaan juga mencatat adanya pendapatan lain-lain sebesar Rp1,9 miliar pada kuartal III-2026 dibandingkan masih adanya beban sebesar Rp2,7 miliar pada kuartal III-2025.
Pada perdagangan Senin (2/11/2026), saham CYBR ditransaksikan melemah Rp24 (6,78%) ke penutupan Rp330 yang menjadi level terendah. Sahamnya dibukan dari Rp344 yang juga menjadi posisi tertinggi. (bdm)
Laporan Keuangan PT ITSEC Asia Tbk
|
Pos Keuangan |
Sept 2026 |
Sept 2025 |
Tumbuh (Rp) |
Tumbuh (%) |
|
Pendapatan Usaha |
294.007.731.556 |
297.235,935,699 |
-3.228.204.143 |
-1,09 |
|
Beban Pokok Pendapatan |
194.684.512.204 |
159.456,114,420 |
35.228.397.784 |
22,09 |
|
Laba Kotor |
99.323.219.352 |
137.779,821,279 |
-38.456.601.927 |
-27,91 |
|
Laba (Rugi) Usaha |
-9.701.028.109 |
12.125.569.370 |
-21.826.597.479 |
-180 |
|
Rugi Sebelum Pajak |
-10.382.541.556 |
11.073.287.862 |
-21.455.829.418 |
-193,76 |
|
PPh |
32.936.924.137 |
429.165.989 |
32.507.758.148 |
7.574,63 |
|
Laba Bersih |
22.554.382.581 |
11.502.453.851 |
11.051.928.730 |
96,08 |
Sumber: PT ITSEC Asia Tbk, Nov 2026
Satuan dalam rupiah, kecuali tumbuh persen (%)