Sembilan Bulan 2026, Layanan Seluler Indosat Berkontribusi 82% ke Pendapatan
Kantor Pusat Indosat di Jakarta Pusat. (Dok Indosat)--
Jakarta, ID – Layanan seluler PT Indosat Tbk, emiten telko digital yang juga dikenal sebagai Indosat Ooredoo Hutchison berkode saham ISAT, berkontribusi mencapai 82,8% (Rp37,85 triliun) dari total pendapatan Rp45,8 triliun pada 2026 hingga September.
Sementara itu, kinerja pendapatan dan laba bersih perseroan juga sangat solid pada sembilan bulan 2026 karena berhasil membukukan pertumbuhan di atas 10% (double digit).
Pendapatan bersih Indosat mampu tumbuh 11% menjadi Rp45,8 triliun pada sembilan bulan tahun 2026 dibandingkan periode sama setahun lalu (year-on-year/YoY) yang senilai Rp41,16 triliun.
Begitu juga, laba bersih perseroan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 37,2% menjadi Rp4,9 triliun dibandingkan YoY tahun 2025 senilai Rp3,59 triliun.
Kinerja yang solid tersebut pun makin memperkuat posisi Indosat sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi digital dengan pertumbuhan yang kuat dan tercepat di kawasan Asia Tenggara.
“Bisnis inti telekomunikasi yang kuat merupakan fondasi utama transformasi kami,” ujar President Director and Chief Executive Officer Indosat Vikram Sinha, dikutip InfoDigital, Kamis (29/10/2026).
BACA JUGA:Transformasi AI Dongkrak Laba Bersih Indosat 49%
Kinerja keuangan Indosat yang solid ditopang oleh fokus untuk meningkatkan layanan pelanggan, penguatan monetisasi, serta optimalisasi investasi pada jaringan dan frekuensi.
Di sisi lain, kekuatan finansial perseroan memungkinkan Indosat mampu berinvestasi pada fase pertumbuhan berikutnya. Satu di antaranya, investasi di bidang AI mulai menunjukkan kontribusi bisnis yang nyata.
Kontribusi Kinerja Pendapatan
Sementara itu, dari total pendapatan Indosat Rp45,75 triliun pada sembilan bulan 2026, bisnis layanan telekomunikasi seluler masih mencatat kontribusi terbesar mencapai 82,8%.
Sisanya, bisnis MIDI dan telekomunikasi tetap perseroan masing-masing menyumbang 15,8% dan 1,4%.
Dengan kontribusi terbesar, pendapatan seluler menyumbang senilai Rp37,85 triliun, tumbuh 9,5% dibandingkan periode yang sama 2025 Rp34,56 triliun, ditopang oleh kenaikan trafik data dan jasa nilai tambah.
Selanjutnya, pendapatan MIDI yang senilai Rp7,24 triliun dikontribusi dari kenaikan layanan IT, konektivitas tetap, dan internet tetap, meningkat 20,7% dibandingkan periode yang sama 2025 Rp6 triliun.