Indonesia Terus Dorong Investasi dan Kolaborasi Digital dengan AS

Indonesia Terus Dorong Investasi dan Kolaborasi Digital dengan AS

Jajaran pejabat Komdigi dan perwakilan USABC berfoto bersama. (Dok Komdigi)--

Jakarta, ID – Indonesia berharap kolaborasi digital yang lebih luas dengan negara Amerika Serikat (AS), antara lain kolaborasi transfer pengetahuan, pengembangan talenta, serta akses inovasi yang lebih merata, termasuk bagi masyarakat di wilayah perdesaan.

Karena itu, selain terus meningkatkan investasi, Indonesia juga ingin negara AS, melalui perusahaan-perusahaan teknologinya, memperluas kolaborasi digital agar memberikan manfaat lebih banyak bagi masyarakat di Tanah Air.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid pun mendorong perluasan investasi dan kolaborasi negeri paman Sam agar meningkatkan penciptaan peluang ekonomi, keterampilan tenaga kerja, hingga pemanfaatan teknologi untuk perbaikan layanan publik di Tanah Air.

Hal itu disampaikan oleh Menkomdigi Meutya Hafid dalam pertemuan dengan delegasi US-ASEAN Business Council (USABC) yang digelar di Kantor Pusat Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026)

“Pembangunan digital tidak cukup hanya untuk menghubungkan masyarakat dengan internet,” ujar Meutya, dikutip InfoDigital. 

BACA JUGA:24 Tahun Kemkomdigi, Konektivitas Internet 80,8%

Menurut dia, konektivitas digital di Tanah Air, yang antara lain dikontribusi oleh investasi AS, juga harus berdampak ke pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan memperbaiki publik Indonesia. 

“Tanpa manfaat tersebut, potensi pembangunan infrastruktur digital (melalui investasi) belum dapat dimanfaatkan secara optimal,” imbuhnya.

Dia pun menjelaskan bahwa arah transformasi digital di Tanah Air bertumpu pada tiga prinsip utama, yakni Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. 

Ketiganya menjadi landasan agar perluasan konektivitas diikuti dengan peningkatan produktivitas masyarakat sekaligus pelindungan dalam pemanfaatan teknologi di Indonesia.

Melalui prinsip tersebut, Pemerintah Indonesia ingin memastikan investasi digital AS tidak hanya menghasilkan pertumbuhan industri, tetapi juga memperkuat kapasitas Indonesia dalam mengembangkan dan memanfaatkan teknologi berkelanjutan.

Karena itu, Menkomdigi pun mendorong perusahaan teknologi AS berkontribusi dalam pengembangan talenta digital, peningkatan kapasitas tenaga kerja, dan penerapan teknologi yang menjawab kebutuhan masyarakat.

BACA JUGA:Pusat Data Microsoft US$1,7 Miliar di Jakarta Diresmikan

Kemitraan Pemerintah dan Industri