Infodigital.co.id

XLSMART Pertimbangkan Utang Bank untuk Danai Lelang Frekuensi

Paparan publik XLSMART di Jakarta. (Dok XLSMART)

Jakarta, IDPT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk, emiten telekomunikasi digital berkode saham EXCL, mempertimbangkan utang baru dari bank guna pembiayaan lelang pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz.

Namun, manajemen XLSMART masih lebih mempertimbangkan pembiayaan dari kas internal untuk pembiayaan lelang tersebut. Jika tak memadai, XLSMART akhirnya akan membuka utang baru dari perbankan.

Seperti diketahui, XLSMART bersama dua operator seluler lain, yakni PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) sebagai anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk, tengah bersaing memenangi lelang pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi).

Jika pada akhirnya memenangi lelang dua frekuensi tersebut, XLSMART pun punya kewajiban di awal untuk membayar Biaya Hak Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio (BHP Frekuensi) kepada negara.

“Untuk pembiayaan lelang, kami akan mendanainya dari dana kas internal. Jika tak cukup, kami pertimbangkan utang ke perbankan,” ujar Direktur & Chief Financial Officer XLSMART Antony Susilo, dalam konferensi pers pasca-RUPST di Jakarta, dikutip InfoDigital.co.id, Rabu (20/5/2026).

BHP Frekuensi merupakan kewajiban pembayaran yang harus disetorkan pemenang lelang kepada kas negara oleh setiap individu atau badan usaha yang menggunakan pita frekuensi radio.

Iuran BHP selama ini dikelola oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) dan dihitung berdasarkan parameter teknis, posisi geografis, hingga lebar pita yang digunakan.

Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART Merza Fachys menambahkan, XLSMART mengakui sangat tertarik untuk memenangi lelang pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz karena akan memperkuat layanan seluler ke pelanggan.

“Kemkomdigi sedang melelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. XLSMART tertarik dengan 2 frekuensi tersebut,” tegas Merza.

Dia pun menyarankan kepada Kemkomdigi untuk menyelenggarakan proses lelang lebih ringkas dan sederhana agar frekuensi bisa segera dimanfaatkan pemenangnya untuk meningkatkan layanan seluler.

Apalagi, tiga peserta lelang, yakni XLSMART, Telkomsel, dan Indosat sudah sangat dikenal sebagai operator seluler oleh Kemkomdigi memiliki rekam jejak (track record) yang sudah teruji dan terpercaya.

“Kita usulkan proses lelang lebih sederhana dan ringkas karena 3 operator yang ikut sudah dikenal track record-nya,” ucap dia.

3 Operator Bersaing

Dalam pengumuman pada 5 Mei 2026, Kemkomdigi telah mengumumkan Indosat, Telkomsel, dan XLSMART bersaing pada lelang pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz.

Hal itu tercantum dalam pengumuman hasil tahapan pengambilan akun E-Auction seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 700 MHz dan 2,6 GHz untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler 2026 yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi).

“Sehubungan dengan telah dilaksanakannya tahapan pengambilan akun e-Auction pada Rabu-Kamis, 29-30 April 2025, pukul 09.00-15.00 WIB, penyelenggara telekomunikasi (tersebut) yang telah mengambil akun e-Auction,” ungkap Panitia Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 700 MHz dan 2,6 GHz Tahun 2026.

Sementara itu, diurut berdasarkan waktu pengambilan akun e-Auction, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk menjadi yang pertama melakukan, selanjutnya, PT Indosat Tbk, dan PT Telekomunikasi Selular.

Selanjutnya, penyelenggara telekomunikasi tersebut yang telah mendapatkan akun sistem e-Auction dapat melakukan pengunduhan dokumen seleksi.

Dokumen seleksi bisa peserta lelang diunduh melalui sistem e-Auction mulai Rabu, 29 April 2026, pukul 09.00 WIB hingga Kamis, 7 Mei 2026, waktu 15.00 WIB. (lmm)

Komentar

Iklan