Bukalapak Simpan Dana Kas Rp12,9 Triliun dalam Mata Uang Asing

Bukalapak Simpan Dana Kas Rp12,9 Triliun dalam Mata Uang Asing

Logo Bukalapak di ruang lobby Kantor Bukalapak di Jakarta. (Dok Bukalapak)--

Jakarta, ID - PT Bukalapak.com Tbk, perusahaan teknologi dan marketplace produk virtual berkode saham BUKA, memiliki dana kas dan setara kas Rp12,9 triliun dalam mata uang asing, atau 83% dari total kas dan setara kas Rp15,564 triliun per 30 September 2026. 

Dikutip dari laporan keuangan Bukalapak, dana kas dan setara kas ditempatkan dalam delapan instrumen mata uang asing, yakni dolar AS (US$), dolar Singapura (Sin$), dolar Australia (Aus$), won Korea Selatan, peso Filipina, yuan China, franc Swis, dan dolar Kanada (Can$).

Dana kas dan setara kas Bukalapak dalam mata uang asing terdiri atas  US$ 276.345.586 (Rp4,97 triliun), Sin$208.868.666 (Rp2,94 triliun), Aus$ 187.940.087 (Rp2,36 triliun), Won31.932.943 (Rp432,26 juta), Peso 7.633.253 (Rp2,19 miliar), Yuan294.869 (Rp 791,66 juta), Franc105.871.817 (Rp2,86 triliun), dan Can$28.602.647 (Rp362,82 miliar).  

Dana kas dan setara kas yang ditempatkan di mata uang asing itu berasal dari sisa dana kebutuhan operasional dengan tetap mengoptimalkan hasil bagi perseroan. 

Dampaknya, perseroan membukukan laba selisih kurs neto Rp872,4 miliar pada periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026, meningkat dibandingkan Rp216,4 miliar periode yang sama tahun sebelumnya. 

BACA JUGA:Semester I, Bukalapak Untung Rp467 Miliar

Karena disimpan dalam delapan mata uang asing, otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) pun mempertanyakan, kenapa dana kas dan setara kas Rp12,9 triliun disimpan dalam mata uang asing.  

“Mohon penjelasan perseroan atas kebijakan penempatan kas dan setara kas dalam mata uang asing yang secara material mencapai sekitar Rp12,9 triliun atau sekitar 83% dari total kas dan setara kas per 30 September 2026,” ungkap BEI, dikutip InfoDigital, Jumat (30/10/2026).

Direktur yang juga merangkap sebagai Sekretaris Perusahaan Bukalapak Victor Putra Lesmana pun memberikan penjalasan, kebijakan manajemen itu diambil untuk antisipasi kebutuhan perseroan terhadap ragam mata uang asing.

“Perseroan melakukan penempatan tersebut sehubungan dengan pemenuhan kebutuhan operasional dalam mata uang asing dan juga optimalisasi hasil dari sisa dana kebutuhan operasional,” jelas Victor. 

Karena itu, manajemen Bukalapak tetap mempertimbangkan prinsip kehati-hatian untuk mitigasi risiko dengan mempertimbangkan berbagai faktor, keamanan dana, serta kebutuhan likuiditas.

Pada kesempatan itu, dia pun menjelaskan strategi manajemen Bukalapak dalam penempatan sebagian besar besar kas dan setara kas ditempatkan dalam mata uang asing di tengah rupiah tengah tertekan terhadap mata uang utama.

Victor menyampaikan, perseroan telah melakukan mitigasi risiko nilai tukar dan memiliki kebijakan prinsip kehati-hatian dengan menyelaraskan terhadap undang-undang atau peraturan yang berlaku sehubungan dengan transaksi nilai tukar.

Hal itu termasuk dengan memperhatikan keamanan dana, tingkat likuiditas yang disesuaikan dengan kebutuhan keuangan operasional, dan juga rencana bisnis ke depan.