Bukalapak Simpan Dana Kas Rp12,9 Triliun dalam Mata Uang Asing
Logo Bukalapak di ruang lobby Kantor Bukalapak di Jakarta. (Dok Bukalapak)--
Manajemen Bukalapak pun terus melakukan monitoring terhadap penempatan mata uang asingnya untuk mencegah risiko yang terjadi atas dampak transaksi tersebut.
BACA JUGA:Direktur Bukalapak Victor P Lesmana Rangkap Jabatan Sekretaris Perusahaan
Sisa Dana IPO Mash Rp4,28 Triliun
Sementara itu, Bukalapak juga masih memiliki sisa dana hasil penawaran umum perdana (IPO) sebesar Rp4,28 triliun per 31 Desember 2025 dari total dana bersih yang diperoleh sebesar Rp21,33 triliun.
Menurut Victor, seluruh dana bersih hasil IPO telah direalisasikan penggunaannya dan telah disampaikan kepada publik pada tanggal 15 Juli 2026.
“Karena itu, per 30 September 2026, tidak terdapat sisa dana hasil IPO yang ada pada saldo kas dan setara kas Perseroan,” tuturnya.
Victor pun memastikan, per posisi 30 September 2026, tidak terdapat hubungan antara dana hasil IPO tersebut dengan saldo kas dan setara kas dalam mata uang asing tersebut.
Victor pun menegaskan, Bukalapak akan terus berfokus mengoptimalkan dana yang dimiliki, termasuk dana kas maupun sisa dana IPO, supaya lebih produktif dan berkelanjutan dalam memberikan nilai tambah bagi perseroan dan pemegang saham.
“Perseroan telah dan terus melakukan pengembangan produk dan bisnis yang dijalankan serta aktif melihat peluang pengembangan bisnis ke depannya,” pungkas dia. (lmm)