Masalah Akses Internet UMKM Sudah Teratasi
Jakarta, ID – Mayoritas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia saat ini sudah memiliki akses internet. Tantangan selanjutnya, UMKM kini dituntut bisa meningkatkan produktivitas dan memperluas pasar.
Karena itu, transformasi digital UMKM di Tanah Air telah memasuki fase baru. Pasar digital yang adil UMKM pun diharaplank bisa tumbuh, bersaing, dan tidak tersingkir oleh produk impor di platform digital.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan, hampir seluruh pelaku UMKM di Indonesia saat ini sudah terhubung dengan internet.
Dengan tingkat konektivitas internet yang telah mencapai sekitar 98% wilayah berpenduduk, fokus kebijakan pemerintah pun tidak lagi pada mendorong UMKM masuk ke ruang digital.
“Kalau kita bilang UMKM harus go online, itu sudah selesai. Sekarang, kita bicara bagaimana mereka bisa go produktif dan go kompetitif,” ujar Nezar, dalam ‘Tutur Economic Dialogue 2026’ di Jakarta Pusat, dikutip InfoDigital.co.id, Kamis (9/4/2026).
Ia menjelaskan, transformasi digital UMKM kini pun diarahkan kepada konsep meaningful connectivity, yaitu konektivitas yang menghasilkan pertumbuhan yang lebih nyata.
Karena itu, target dan ukuran pemerintah bukan lagi jumlah UMKM yang go online, tetapi kemampuan mereka untuk meningkatkan kapasitas, memperluas pasar, dan naik kelas.
Tantangan Kompleks
Namun di lapangan, tantangan yang dihadapi UMKM kini justru semakin kompleks. Sebab, digitalisasi sektor usaha, termasuk UMKM, selain telah membuka peluang, juga memunculkan risiko baru.
Banyak UMKM di Tanah Air kini menghadapi tekanan dari produk impor murah yang masuk melalui platform digital.
“Di dalam lanskap digital ini, ada serbuan kompetitor dari luar yang sangat kuat. Karena itu, UMKM kita perlu mendapat posisi yang setara agar bisa bersaing,” ujarnya.
Nezar Patria pun menekankan arti penting keadilan dalam ekosistem digital bagi UMKM di Tanah Air. Karena itu, pemerintah mendorong adanya equal playing field agar UMKM tidak kalah oleh kekuatan platform dan produk global.
Pendekatan Baru
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Indonesia mulai menjajaki pendekatan baru yang lebih terbuka dan terintegrasi.
Salah satunya dengan mengadopsi model open network seperti yang diterapkan di India, melalui program Open Network for Digital Commerce.
“Kenapa tidak satu platform yang bisa terhubung ke banyak channel. Ini yang dilakukan India, dan terbukti bisa meningkatkan penjualan UMKM. Kita sedang eksplorasi model seperti itu,” jelasnya.
Karena itu, pemerintah menilai perubahan pendekatan menjadi kunci. Jika sebelumnya berbasis program, pemerintah mengarahkan ke basis masalah yang dihadapi UMKM secara nyata, seperti logistik, standar produk, akses pembiayaan, hingga penetrasi pasar global.
“Yang perlu kita ukur bukan berapa banyak UMKM masuk digital, tapi apakah mereka naik kelas, produktif, dan kompetitif,” kata Nezar.
Dengan arah kebijakan baru tersebut, transformasi digital diharapkan tidak hanya memperluas akses, tetapi juga benar-benar meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM serta memperkuat posisi ekonomi nasional di tengah persaingan global. (abm)




