5,3 Juta Masyarakat RI Ikuti Program AI Asean
Jakarta, ID – Sebanyak 5,3 jutaan massyarakat Indonesia telah mengikuti Asean AI Ready, program pengembangan talenta digital kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI). Program dilanjutkan hingga tahun 2028.
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama Asean Foundation guna memperkuat upaya pengembangan talenta digital di Indonesia.
Sampai saat ini, program AI Ready Asean telah menjangkau lebih dari 5,3 juta masyarakat di Indonesia dari Aceh hingga Papua. Program kini pun memasuki fase kedua yang akan berlangsung hingga tahun 2028.
Sesuai nama program, kolaborasi pun ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap keterampilan AI sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di tengah transformasi digital yang berlangsung cepat di kawasan Asean.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan bahwa penguasaan AI akan menjadi salah satu faktor penentu daya saing bangsa pada masa depan.
Karena itu, negara-negara di kawasan Asean perlu membangun kolaborasi yang lebih erat untuk mempercepat pengembangan talenta digital dan memperluas pemanfaatan teknologi AI secara inklusif.
“Penandatanganan MoU antara Asean Foundation dan BPSDM Kemkomdigi merupakan langkah penting untuk memperkuat kerja sama kawasan dalam memajukan adopsi teknologi AI,” ujar Nezar di Jakarta, dikutip InfoDigital.co.id, Jumat (5/6/2026).
Menurut dia, negara-negara Asean kini memiliki tantangan yang sama, terutama dalam pengembangan riset AI dan peningkatan kualitas talenta digital.
Nezar melanjutkan, Asean tidak hanya merupakan kawasan yang terhubung secara geografis dan politik, tetapi juga ekosistem digital yang memiliki peluang besar untuk tumbuh bersama.
Melalui program Asean AI Ready, negara-negara anggota Asean pun dapat berbagi pengalaman, pengetahuan, dan praktik terbaik dalam pemanfaatan teknologi AI.
“Fokus utama program ini adalah membangun talenta digital yang siap menghadapi transformasi teknologi. Melalui kolaborasi kawasan, kita dapat mempercepat peningkatan kapasitas masyarakat sekaligus memperkuat daya saing Asean dalam ekonomi digital global,” tuturnya.
Wamenkomdigi menegaskan bahwa pengembangan talenta digital menjadi salah satu prioritas Kemkomdigi.
Inovasi dan Solusi Digital
Pemerintah ingin masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan solusi berbasis AI yang memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari.
Komitmen tersebut mulai menunjukkan hasil.
Salah satunya melalui keberhasilan mahasiswa Institut Teknologi Bandung yang memenangkan AI Ready Asean Youth Challenge melalui pengembangan NOAH AI, aplikasi berbasis kecerdasan artifisial untuk mendukung manajemen kebencanaan.
Sementara itu, Direktur Eksekutif ASEAN Foundation Piti Srisangnam mengatakan, program AI Ready Asean telah menjangkau lebih dari 5,3 juta masyarakat di Indonesia, dari Aceh hingga Papua.
Program tersebut kini telah memasuki fase kedua yang akan berlangsung hingga tahun 2028.
“Kami akan terus memberdayakan masyarakat Indonesia agar siap menghadapi transformasi digital dan mampu memanfaatkan potensi besar yang dimiliki dalam penguasaan teknologi AI,” ucap Piti.
Melalui kerja sama tersebut, Indonesia diharapkan makin memperkuat perannya sebagai salah satu pusat pengembangan talenta digital di kawasan Asean sekaligus memperluas manfaat teknologi AI bagi masyarakat, dunia pendidikan, pelaku usaha, dan sektor publik. (lmm)




