Wi-Fi Piala Dunia di Meksiko Kurang Aman
Jakarta, ID – Kaspersky, perusahaan konsultan dan penyedia solusi keamanan siber global asal Rusia, menemukan jaringan Wi-Fi publik di 3 kota di Meksiko kurang aman menjelang digelarnya Piala Dunia 2026.
Seperti kita ketahui, Piala Dunia 2026 akan digelar di tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, Kamis, 11 Jun 2026 – Minggu, 19 Jul 2026
Para ahli Kaspersky GReAT telah menganalisis lebih dari 84.000 sinyal jaringan Wi-Fi gratis/publik di tiga kota besar Meksiko yang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026.
Analisis mencakup Kota Meksiko, Guadalajara, dan Monterrey. Hasilnya, 17% dari jaringan Wi-Fi publiknya memiliki enkripsi yang lemah atau tidak ada sama sekali, sehingga berpotensi membuat pengguna rentan terhadap pencurian data pribadi, bahkan perbankan.
Hanya 2,9% dari jaringan Wi-Fi publik di tiga kota tersebut yang dianalisis ditemukan menggunakan protokol keamanan WPA3 terbaru.
Area analisis di Mexico City meliputi Stadion Mexico City, Bandara Internasional Mexico City, Zócalo, Paseo de la Reforma, Colonia Roma, La Condesa, Polanco, dan Coyoacán.
Area analisis di Guadalajara terdiri atas Stadion Guadalajara, Bandara Internasional Guadalajara, pusat kota, Zapopan, Providencia, Avenida Chapultepec, Colonia Americana, Tlaquepaque, dan sekitar Andares.
Terakhir, area analisis di Monterrey meliputi Stadion Monterrey, Bandara Internasional Monterrey, Taman Fundidora, Cintermex Monterrey, area pusat kota, Barrio Antiguo, MacroPlaza, dan distrik keuangan San Pedro.
Piala Dunia 2026 yang akan dimulai pada 11 Juni, sebagian akan diselenggarakan di Meksiko, dan ribuan wisatawan diperkirakan akan menghadiri turnamen tersebut.
“Salah satu hal pertama yang dilakukan wisatawan setelah mematikan mode pesawat adalah tentu mencari akses internet (salah satunya Wi-Fi gratis,“ ungkap Maria Isabel Manjarrez, peneliti keamanan di Tim Riset & Analisis Global Kaspersky, dikutip InfoDigital.co.id, Jumat (5/6/2026).
Dia menjelaskan, tetap terhubung kini sangat penting untuk navigasi, transportasi, pembayaran, komunikasi, dan tetap bisa aktif di media sosial. Namun, kenyamanan internet seringkali mengorbankan keamanan.
“Penelitian kami menemukan bahwa meskipun 83% jaringan nirkabel di kota-kota besar Meksiko tampak aman, banyak yang masih mengekspos fitur kenyamanan yang ketinggalan zaman meskipun menggunakan standar enkripsi modern,” tambahnya.
Karena itu, wisatawan diingatkannya harus bahwa jaringan Wi-Fi publik dan kerentanan di baliknya tetap menjadi target utama bagi penjahat siber, terutama selama periode perhelatan wisata yang tinggi.
Sebab, saat mengakses jaringan Wi-Fi terbuka, data menjadi rentan terhadap potensi ancaman keamanan.
Pakar keamanan Kaspersky pun merekomendasikan penggunaan Virtual Private Network (VPN), seperti KasperskyVPN – solusi yang mengenkripsi setiap bit lalu lintas dan menyembunyikan alamat IP pengguna, menciptakan terowongan aman antara perangkat dan internet.
Perlindungan ganda tersebut akan menjamin bahwa informasi pribadi tetap rahasia, bahkan di jaringan yang tidak aman.




