Indonesia Butuh Investasi Data Center US$17,9 Miliar hingga 2030

Indonesia Butuh Investasi Data Center US$17,9 Miliar hingga 2030

Head of Research & Consulting, Data Centre Group APAC, Cushman & Wakefield Pritesh Swamy. (Dok Cushman & Wakefield-LinkedIn)--

BACA JUGA:Pengamanan Data Center Kunci Ketahanan Digital Nasional

Imbal Hasil bagi investor

Dari sisi investasi, investasi pusat data di Indonesia juga disebut menawarkan profil imbal hasil yang menarik. 

Laporan tersebut mencatat, cap rate Indonesia berada sedikit di atas 7%. Sementara itu, unlevered yield-on-cost berada pada kisaran 10%–12%. Angka tersebut relatif lebih tinggi dibandingkan beberapa pasar Asia-Pasifik lainnya, termasuk Malaysia, Jepang, Hong Kong, dan Tiongkok daratan.

Dengan kombinasi permintaan yang terus meningkat dan profil imbal hasil yang kompetitif, Indonesia pun diproyeksikan membutuhkan investasi US$17,9 miliar hingga 2030, menjadikannya salah satu pasar pusat data dengan prospek pertumbuhan paling menarik di Asia-Pasifik. 

Secara regional, Asia-Pasifik diperkirakan membutuhkan sekitar 22,7 GW kapasitas data center baru untuk memenuhi kebutuhan kapasitas hingga 2030. 

Sementara itu, kebutuhan capex-nya mencapai sekitar US$280 miliar. Pertumbuhan AI dan digitalisasi diperkirakan menjadi salah satu pendorong utama permintaan pusat data di kawasan Asia-Pasifik. (bdm)