Infodigital.co.id

Startup RI Hanya Raih Pendanaan US$30 Juta

Startup membidik status unicorn. (Dok SME Venture)

Jakarta, IDUsaha rintisan berbasis teknologi (startup) di Indonesia (RI) hanya berhasil mengumpulkan total nilai pendanaan (fundraising) sekitar US$0,03 miliar, atau US$30 jutaan pada kurtal I-2026.

Menurut DealStreetAsia DATA VANTAGE, nilai pendanaan startup Indonesia tersebut didapatkan dari 5 kesepakatan investasi dari para penyandang dana/investor yang umumnya dihimpun perusahaan ventura.

Pencapaian startup di Tanah Air tersebut pun, dari sisi nilai pendanaan hanya berkontribusi 1,1% dari total di kawasan Asia Tenggara yang mencapai US$2,81 miliar.

Di sisi lain, dari sisi jumlah kesepakatan pendanaan, jumlah 5 pendanaan hanya berkontribusi 7,35% dari total 68 kesepakatan fundraising di Kawasan Asia Tenggara pada periode yang sama.

Kejayaan Indonesia sebagai pusat investasi dan pendanaan startup di kawasan Asia Tenggara sudah jauh menurun.

Pada tahun 2021, pendanaan startup di Tanah Air sempat mencapai puncak dengan nilai US$9,44 miliar dari 211 ksepakatan dalam setahun, atau rata-rata US$2,36 miliar dari 52 kesepakatan dalam satu kuartal.

Dalam ulasannya, DealStreetAsia pun menyebut, kesepakatan pendanaan startup di sebagian besar pasar lainnya di Asia Tenggara juga melemah selama kuartal I-2026.

“Indonesia hanya mencatat 5 kesepakatan, angka kuartalan terendah dalam kumpulan data kami, yang menyoroti betapa jauhnya aktivitas telah menurun di pasar startup terbesar di kawasan ini,” ungkap Head of Research DealStreetAsia Andi Haswidi, dikutip InfoDigital.co.id, Minggu (10/5/2026).

Perlambatan tersebut juga diperparah oleh kekhawatiran tata kelola startup di Tanah Air setelah serangkaian skandal penipuan, terutama oleh startup pertanian eFishery.

Pendirinya, Gibran Huzaifah, pun baru saja dijatuhi hukuman 9 tahun penjara karena laporan keuangan yang digembungkan (mark up), memperkaya diri, dan pelaporan tak jujur kepada para investornya.

Meski begitu, Rama Suparta, salah satu pendiri Saturdays Eyewear, yang berhasil mengumpulkan pendanaan dana sebesar US6,3 juta pada bulan Januari 2026, masih tetap yakin dengan peluang pasar Indonesia.

Alasannya, Indonesia punya populasi yang besar (287,19 jutaan), pasar potensial yang luas, dan tren peningkatan permintaan jasa dan barang di tengah peningkatan urbanisasi dan perubahan gaya hidup.

“Indonesia tetap menjadi fokus utama kami. Sementara itu, kami juga menjajaki ekspansi ke regional,” kata Rama, baru-baru ini. (lmm)

Pendanaan Startup Asia Tenggara

No Negara Pendanaan Jumlah Kesepakatan
Nilai US$ M Kontribusi (%)
1. Singapura 2,57 91,5 68
2. Malaysia 0,09 3,4 18
3. Indonesia 0,03 1,1 5
4. Vietnam 0,01 0,5 4
5. Thailand 0,10 3,6 2
6. Filipina 0,00 0,0 1
  Jumlah 2,81 100 98

Sumber: DealStreetAsia DATA VANTAGE, Jan-Maret 2026

Komentar

Iklan