Indosat Bagikan Dividen Rp111 Per Saham
Jakarta, ID – PT Indosat Tbk, emiten telekomunikasi dan digital yang juga dikenal sebagai Indosat Ooredoo Hutchison berkode saham ISAT, akan membagikan dividen Rp3.579.840.016.227 atau Rp111 per saham untuk kinerja tahun 2025.
Sementara itu, total dividen yang jumbo Rp3.579.840.016.227 mencapai 64,97% dari total laba bersih Indosat pada tahun 2025 yang menyentuh nilai Rp5,51 triliun.
Rencana pembagian dividen Indosat tersebut diputuskan melalui mekanisme persetujuan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Dividen tersebut akan dibagikan kepada para pemegang saham yang memenuhi syarat selambat-lambatnya 30 hari setelah pengumuman risalah resmi rapat.
President Director and Chief Executive Officer Indosat Vikram Sinha, mengatakan, di Indosat, pihaknya percaya bahwa setiap kemajuan harus menghadirkan dampak yang lebih luas dan bermakna. Fokus Indosat jelas, yakni mempercepat eksekusi strategi AI secara disiplin.
“Upaya ini kami lakukan untuk mendorong kinerja yang berujung pada pertumbuhan berkelanjutan, sekaligus menghadirkan nilai nyata bagi pemegang saham, termasuk melalui pembagian dividen,” ujar Vikram, dikutip InfoDigital.co.id.
Indosat telah menunjukkan ketahanan di tengah lingkungan bisnis yang menantang dengan memberikan pertumbuhan dan profitabilitas yang stabil untuk tahun fiskal tahun 2025.
Total pendapatan meningkat sebesar 1,1% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp56,52 triliun. Sementara itu, EBITDA naik 0,8% YoY menjadi Rp26,59 triliun, mempertahankan margin EBITDA yang kuat sebesar 47,1%.
Terlepas dari tantangan pasar, Indosat pun mampu membukukan laba tahunan yang dapat diatribusikan kepada pemilik induk perusahaan sebesar Rp5,51 triliun, atau tumbuh 12,2% YoY.
Pencapaian kinerja keuangan Indosat itu menggarisbawahi fundamental yang kuat dan komitmen untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan dan pemegang saham.
Bisnis Indosat mencatat pendapatan yang besar terutama didorong oleh pertumbuhan yang luas di sektor seluler, multimedia, komunikasi data, internet (MIDI), serta telekomunikasi tetap.
ARPU mobile gabungan pun tumbuh 10,5% pada kuartal IV-2025 menjadi Rp44.000 dibandingkan kuartal sebelumnya. Hal ini ditopang basis pelanggan seluler tetap stabil di angka 94 juta.
Perusahaan pun memperluas infrastruktur jaringannya, meningkatkan jumlah BTS 4G menjadi 214.000 untuk menangani pertumbuhan lalu lintas data dan memberikan pengalaman pelanggan yang luar biasa.
Pada perdagangan Selasa (5/5/2026), saham ISAT ditransaksikan menguat Rp30 (1,44%) ke penutupan Rp2.110. Sahamnya dibuka dari Rp2.100, serta sempat ke level terendah Rp2.050 dan tertinggi Rp2.150.
AI North Star
RUPST Indosat kemarin juga menandai fase pertumbuhan baru seiring percepatan strategi AI North Star serta komitmen perusahaan dalam menghadirkan nilai nyata bagi para pemegang saham.
Di tengah tantangan kondisi makroekonomi sepanjang 2025, Indosat tetap menunjukkan ketangguhan melalui eksekusi bisnis yang disiplin dan arah strategi yang terarah, sekaligus membangun fondasi kuat untuk penciptaan nilai secara jangka panjang.
“Seluruh langkah ini mencerminkan semangat #LebihBaikIndosat dalam memberdayakan Indonesia,” tutur Vikram.
Berlandaskan hal tersebut, Indosat pun terus mempercepat ambisi AI North Star untuk menjadikan penggerak perkembangan kecerdasan artifisial (AI) dengan memberdayakan Indonesia melalui ekosistem AI yang terintegrasi secara menyeluruh.
Transformasi tersebut dimulai dari evolusi Indosat menjadi AI-native telco, dengan mengintegrasikan AI ke seluruh operasi inti untuk menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih personal melalui AI hyper-personalization, meningkatkan produktivitas, serta mengoptimalkan efisiensi belanja modal.
Pendekatan tersebut pun telah terbukti mampu memperkuat keterlibatan pelanggan dan dapat mendukung pertumbuhan dua digit yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, Indosat juga memperluas layanannya dari sekadar konektivitas menjadi AI TechCo, membuka peluang pertumbuhan baru di bidang sovereign AI, cloud, dan keamanan siber. (abm)




