Satelit N5 Siap Akselerasi Internet Indonesia
Jakarta, ID – Satelit Nusantara Lima (Satelit N5), satelit komunikasi model high throughput satellite (HTS) terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas 160 Gbps yang dioperasikan oleh PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), siap mengakselerasi konektivitas internet cepat di seluruh wilayah Indonesia.
Hal itu akan bisa dilakukan setelah Satelit N5 meraih izin jaringan tetap tertutup berbasis satelit (JARTUPSAT) dan very small aperture terminal (VSAT) dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi.
Satelit tersebut telah berhasil melewati rangkaian uji laik operasi (ULO) yang dilaksanakan di Gateway Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada 23-24 April 2026 setelah diluncurkan pada September 2025.
Keberhasilan ULO dan penerbitan izin dari Kemkomdigi menandai selangkah lagi bagi Satelit N5 untuk memberikan layanan komersial kepada masyarakat. Dengan kapasitas 160 Gbps, Satelit N5 akan menjadi pemain utama dalam meningkatkan kapasitas satelit nasional.
Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso mengatakan, kelulusan ULO merupakan salah satu fase krusial sebelum Satelit N5 secara komersial melayani masyarakat secara luas, khususnya yang berada di daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T).
“Kami bersyukur Satelit N5 telah berhasil melewati tahapan ULO oleh tim evaluator dan kini telah mendapatkan izin JARTUPSAT serta VSAT dari Kemkomdigi,” ujar Adi Rahman, dikutip InfoDigital.co.id, Sabtu (9/5/2026).
Pencapaian itu pun menandai keberhasilan PSN dalam mengimplementasikan program kerja dan meintegrasikan seluruh jaringan satelit dan ruas bumi di seluruh wilayah Indonesia yang presisi, sehingga berjalan sesuai rencana yang ditetapkan internal.
“Ini adalah bukti komitmen kami dalam menghadirkan infrastruktur satelit yang tidak hanya tercanggih secara teknologi, tetapi juga sepenuhnya patuh pada standar regulasi nasional,” tuturnya.
Satelit N5 diluncurkan di Florida, AS, pada September 2025, yang dilanjutkan dengan fase electric orbit raising (EOR) hingga berhasil menempati slot orbit 113° Bujur Timur pada Januari 2026.
Menggunakan platform Boeing 702MP dengan 101 spot beam Ka-band, satelit yang dirancang lebih dari 15 tahun tersebut punya jangkauan luas di seluruh wilayah Indonesia hingga ke negara tetangga di Asean, yakni Malaysia dan Filipina.
Dukung Kecepatan Internet
Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Ekosistem Digital Kemkomdigi Edwin Hidayat Abdullah pun mengapresiasi langkah progresif yang dilakukan PSN dalam mendukung pemerintah mengentaskan kesenjangan akses internet di Tanah Air. Salah satunya melalui Satelit N5.
Edwin menekankan, kehadiran Satelit N5 merupakan aset strategis bagi penguatan ekosistem digital nasional. Apalagi, Presiden Prabowo Subianto telah menargetkan kecepatan internet di Indonesia rata-rata menjadi 100 Mbps tahun 2029.
“Kami berharap, kehadiran kapasitas sebesar 160 Gbps ini dapat segera dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat layanan publik di daerah-daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses digital,” ujar Edwin.
Senada, Ketua Tim Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Falatehan, yang bertanggung jawab langsung atas pelaksanaan teknis pengujian ULO Satelit N5, menyatakan bahwa seluruh rangkaian uji telah dilakukan secara komprehensif, transparan dan ketat, dengan mengacu pada standar.
ULO ini untuk memvalidasi bahwa sistem Satelit N5 dapat dioperasikan secara efektif, aman, dan sesuai regulasi. “Hasilnya menunjukkan bahwa sistem Satelit N5 memiliki performa yang laik untuk dioperasikan secara komersial,” jelas Falatehan. (abm)




