Pendanaan Startup di Asean Belum Pulih
Jakarta, ID – Pendanaan startup di negara-negara kawasan Asia Tenggara (Asean) dinilai belum pulih pada kuartal I-2026. Jumlah kesepakatan pendanaan dari perusahaan/modal ventura justru turun walau secara nilai terlihat meningkat.
Menurut DealStreetAsia DATA VANTAGE, nilai kesepakatan pendanaan startup di kawasan Asia Tenggara mencapai US$2,81 miliar pada kuartal I-2026. Nilainya terlihat tertinggi secara kuartalan dibandingkan kuartal IV-2025 US$ 1,14 miliar dan kurtal-kuartal sebelumnya.
Namun, coba dilihat lebih lanjut, jumlah kesepakatan pendanaan justru turun menjadi 98 kesepakatan pada kuartal I-2026. Jumlah terendah dibandingkan lima kuartal sebelumnya bisa tembus di atas 100 kesepakatan. Selengkapnya lihat tabel di bawah berita.
DealStreetAsia DATA VANTAGE pun memberikan ulasan dan alasannya, sebagai berikut.
Startup di kawasan Asia Tenggara memang terlihat mengumpulkan pendanaan US$2,81 miliar melalui 98 kesepakatan ekuitas pada kuartal I-2026. Namun, jumlah kesepakatan triwulanannya terendah dalam setidaknya, bahkan, delapan tahun terakhir.
“Meskipun total nilai pendanaan meningkat ke level tertinggi sejak kuartal keempat I-2022, angka tersebut (US$2,81 miliar) sangat terdistorsi oleh putaran pendanaan Seri C senilai US$2 miliar (terbesar) hanya dari operator pusat data yang berbasis di Singapura, yakni DayOne,” tutur Head of Research DealStreetAsia Andi Haswidi, dikutip InfoDigital.co.id, Minggu (10/5/2026).
Besarnya nilai transaksi tunggal itu disebut telah mencakup lebih dari 70% dari seluruh modal yang berhasil dihimpun startup di kawasan Asia Tenggara selama kuartal I-2026, menutupi kurangnya kedalaman pasar.
Jika sedikit mengabaikan transaksi itu, penggalangan dana di Asia Tenggaa tetap melemah menurut standar historis. Arus transaksi menjadi masih jauh di bawah level yang terlihat sebelum tren penurunan dimulai pada akhir 2022.
“Meskipun terjadi peningkatan transaksi pada bulan Maret (2026), perbaikan tersebut tidak cukup kuat untuk mengubah tren triwulanan secara keseluruhan,” jelas Andi Haswidi.
Data itu sekaligus menunjukkan pasar stabil pada basis yang lebih rendah daripada tanda mengalami pemulihan yang berarti.
Karena, investor juga terus memprioritaskan jalur pendanaan terhadap startup yang lebih jelas menuju profitabilitas, tata kelola yang lebih kuat, dan penggunaan modal yang lebih disiplin.
Pencapaian pendanaan startup kuartal I-2026 juga menggarisbawahi sifat tidak merata dari lingkungan pendanaan di antara negara-negara dan sektor-sektor di kawasan Asia Tenggara. Kali ini, Singapura dominan.
Modal juga masih tersedia untuk tema-tema tertentu dan transaksi-transaksi luar biasa. Tetapi, sinyal pemulihan ‘belum diterjemahkan’ menjadi peningkatan berkelanjutan dalam aktivitas transaksi di seluruh ekosistem startup yang lebih luas.
Pengaruh Tren AI
DealStreetAsia juga menggarisbawahi, pendanaan startup di Asia Tenggara tetap tipis pada kuartal I-2026 meskipun kecerdasan buatan (AI) berbasis agen dan GenAI makin berkembang dan memberikan akses perkembangan startup.
Namun, startup yang berfokus pada AI, termasuk yang membangun solusi AI berbasis agen dan otomatisasi perusahaan, terus mulai menarik perhatian investor ketika beberapa sektor lain mengalami penurunan.
Hal itu pun tercermin pada pencapaian di Thailand yang terjadi karena adanya putaran pendanaan Seri D senilai US$100 juta yang diperoleh Amity, perusahaan perangkat lunak AI dan percakapan.
Munculnya AI yang berorientasi kepada agen analisis data dan AI/ML muncul sebagai salah satu dari sedikit sektor yang mulai berkembang pesat di pasar startup Asia Tenggara pada kuartal I-2026.
Dari sisi sektor, posisi pendanaan startup AI pun naik ke peringkat kedua berdasarkan volume transaksi dengan 13 transaksi ekuitas.
Posisinya hanya satu langkah di belakang fintech dengan 16 transaksi dan diikuti oleh teknologi kesehatan dengan 12 transaksi pendanaan. (abm)
Pendanaan Startup di Asean
| Kuartal | Pendanaan (US$ Miliar) | Jumlah Kesepakatan |
| I-2026 | 2,81 | 98 |
| IV-2025 | 1,14 | 119 |
| III-2025 | 2,36 | 114 |
| II-2025 | 1,29 | 115 |
| I-2025 | 0,57 | 113 |
| IV-2024 | 1,19 | 116 |
Sumber: DealStreetAsia DATA VANTAGE, Jan-Maret 2026




