Infodigital.co.id

Pendaftaran Samsung Solve for Tomorrow 2026 Ditutup 29 Mei

Poster Samsung Solve for Tomorrow 2026. (Dok Samsung Indonesia)

Jakarta, IDSamsung Electronics Indonesia telah membuka pendaftaran Samsung Solve for Tomorrow 2026 mulai 28 April 2026. Para calon peserta pun diharapkan segera mendaftar sebelum ditutup pada 29 Mei 2026.

Samsung Solve for Tomorrow 2026 masih membuka pendaftaran untuk pelajar SMA/SMK/MA sederajat dan mahasiswa D3/D4/S1 aktif di seluruh wilayah Indonesia.

Tahun ini, peserta dapat mengembangkan solusi inovatif berbasis STEM dan AI melalui tiga tema utama, yaitu Sustainability & Environment, Sport & Technology, dan Education.

Pendaftaran dapat diakses melalui situs resmi Samsung Solve for Tomorrow. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Corporate Social Responsibility Samsung, peserta dapat mengunjungi news.samsung.com/id.

Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia Ennita Pramono mengatakan, melalui Samsung Solve for Tomorrow, pihaknya ingin mengajak lebih banyak generasi muda untuk berani memulai dari kepedulian terhadap masalah di sekitar mereka.

“Samsung percaya setiap ide memiliki potensi untuk membawa dampak positif bagi masyarakat ketika dikembangkan dengan kreativitas dan teknologi,” ujar Ennita, dikutip InfoDigital.co.id, Senin (25/5/2026).

Samsung Solve for Tomorrow hadir sebagai ruang belajar dan kolaborasi bagi anak muda Indonesia untuk mengembangkan potensi, mengasah keterampilan masa depan, dan menciptakan inovasi yang lebih inklusif serta relevan bagi kehidupan sehari-hari

Alumni Berbagi Pengalaman

Sementara itu, melalui inovasi Gesti Talk, alumni Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2025 membagikan pengalaman dan pembelajaran dalam menciptakan solusi teknologi yang inklusif.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini, masih banyak kelompok masyarakat yang menghadapi hambatan dalam mengakses komunikasi sehari-hari secara inklusif.

Salah satunya adalah teman tuli, yang kerap mengalami keterbatasan ketika berinteraksi dengan masyarakat luas karena belum banyaknya akses interpreter bahasa isyarat yang mudah dijangkau.

Kondisi tersebut pun mendorong empat mahasiswa Universitas Bina Nusantara Alam Sutera, yang tergabung dalam tim KYGB, Nathanael Setiorahardjo, Bonaventura Jonathan Tanujaya, Kelvin Leandi, dan Gavinn Aloys, menciptakan solusi berbasis teknologi yang dapat membantu menjembatani komunikasi bagi teman tuli.

Berangkat dari kepedulian terhadap isu inklusivitas, mereka mengembangkan Gesti Talk, aplikasi berbasis AI dan Computer Vision yang mampu menerjemahkan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) menjadi teks atau suara secara real-time melalui kamera smartphone. 

Inovasi tersebut berhasil mengantarkan tim KYGB meraih Juara 3 kategori Universitas dalam program Samsung Electronics Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2025.

Gelaran SFT 2025 merupakan kompetisi berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang mendorong generasi muda menciptakan solusi inovatif berbasis teknologi dan AI untuk menjawab berbagai tantangan nyata di masyarakat.

“Kami ingin menciptakan solusi yang dapat membantu mereka (buta tuli) untukj berkomunikasi secara lebih mandiri dan inklusif,” ujar Nathanael Setiorahardjo, ketua tim KYGB. (bdm)

Komentar

Iklan