Link Net akan Perluas Kegiatan Usaha
Jakarta, ID – PT Link Net Tbk, emiten penyelenggara jaringan tetap dan internet serta multimedia berbasis kabel berkode saham LINK, akan menambah/memperluas kegiatan usaha/bisnis.
Beberapa kegiatan usaha baru yang akan ditambahkan antara lain pemasangan sistem elektronika, pemasangan konstruksi lainnya, keamanan siber, penerbitan software, dan perdagangan besar suku cadang elektronik.
Rencana penambahan kegiatan usaha itu memerlukan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luae Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 3 Juni 2026.
“Dengan ini, perusahaan menyampaikan penyampaian informasi rencana transaksi material, rencana perubahan kegiatan usaha,” ungkap Corporate Secretary Link Net Rininta Agustina Widya Pratika, dikutip InfoDigital.co.id, Selasa (28/4/2026).
Rencana tersebut pun telah disampaikan dalam keterbukaan informasi melalui situs web resmi Link Net dan Bursa Efek Indonesia (BEI), sehingga seluruh pemegang dapat memperoleh informasi yang memadai dan akurat.
Hal itu pun telah Rininta laporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan dan ditembuskan kepada manajemen BEI untuk tujuan keterbukaan informasi kepada publik dan investor.
Keterbukaan Informasi dilakukan merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk memastikan bahwa seluruh pemegang saham memiliki akses yang setara terhadap informasi material dan relevan yang diperlukan dalam pengambilan keputusan terkait agenda RUPSLB.
Nantinya, setelah memperoleh persetujuan dari pemegang saham, Link Net akan melanjutkan seluruh tahapan proses, termasuk pemenuhan dan perolehan perizinan yang diperlukan dari instansi yang berwenang terkait dengan rencana penambahan kegiatan usaha dimaksud.
Penambahan Bisnis
Sementara itu, rencana penambahan kegiatan usaha/klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KBLI) Link Net terdiri atas pemasangan sistem elektronika, pemasangan konstruksi lainnya, perdagangan besar suku cadang elektronik.
Selanjutnya, kegiatan usaha perdagangan besar mesin, peralatan, dan perlengkapan lainnya, penerbitan perangkat lunak (software), aktivitas konsultasi dan manajemen keamanan siber, dan penyediaan dan pengelolaan identitas digital.
Kemudian, aktivitas penyediaan sertifikat elektronik dan jasa terkait, konsultansi dan perancangan internet of things (IoT), pengolahan data, serta aktivitas penyediaan infrastruktur komputasi, hosting, dan terkait.
Terakhir, aktivitas kegiatan usaha jasa portal pencarian web dan informasi lainnya, aktivitas arsitektural, aktivitas keamanan, serta perdagangan besar alat fotografi dan barang optik.
Saat ini, kegiatan usaha utama Link Net adalah aktivitas telekomunikasi dengan kabel, internet service provider (jasa akses internet), jasa sistem komunikasi, jasa interkoneksi internet (NAP), dan jasa multimedia lainnya.
Pada perdagangan Senin (27/4/2026), saham LINK ditransaksikan sideways ke penutupan Rp1.835 yang juga level tertingginya. Saham LINK dibuka dari Rp1.825 dan sempat ke posisi terendah Rp1.800. (bdm)




