Infodigital.co.id

Kapasitas Internet Sangihe Dinaikkan 50-150 Mbps

Restorasi kabel laut Palapa Ring segmen Tahuna-Melonguane. (Dok Kemkomdigi)

Jakarta, IDKapasitas bandwidth internet masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, telah dinaikkan menjadi 50-150 Mbps di 154 titik akses layanan.

Hal itu dilakukan oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti), BLU Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), menggunakan jaringan Satelit Republik Indonesia (Satria).

Langkah cepat iti dilakukan untuk menjaga layanan telekomunikasi dan internet masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Sitaro, tetap berjalan selama proses restorasi kabel laut Palapa Ring segmen Tahuna-Melonguane.

Kemkomdigi juga terus berkoordinasi dengan operator telekmunikasi seluler guna memastikan konektivitas pada titik-titik layanan publik dan objek vital di wilayah tersebut tetap terjaga selama restorasi tersebut.

Upaya itu dilakukan untuk memastikan layanan komunikasi, layanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan tetap terhubung.

Direktur Pengendalian Infrastruktur Digital Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi Indra Maulana mengatakan, pemerintah terus memprioritaskan keberlangsungan layanan bagi masyarakat sembari mengawal proses restorasi infrastruktur yang sedang berlangsung.

Dia pun menegaskan, seluruh manuver operasional serta penggunaan peralatan bawah laut, termasuk untuk direstoreasi, harus dilakukan secara sangat terukur.

“Kami harus berhati-hati untuk menjaga keamanan serta keandalan infrastruktur telekomunikasi eksisting di sekitar area kerja,” ujar Indra Maulana di Jakarta Pusat, dikutip InfoDigital.co.id, Kamis (4/6/2026).

Plt Direktur Infrastruktur Bakti Darien Aldiano pun menyampaikan bahwa seluruh tim restorasi akan tetap bekerja maksimal untuk mempercepat proses pemulihan jaringan.

“Kami memohon maaf atas penyesuaian jadwal ini. Walau menghadapi tantangan cuaca dan karakteristik dasar laut yang ekstrem, seluruh tim teknis tetap berupaya maksimal,” tutur Indra.

Menurut dia, pekerjaan tersebut terus dilaksanakan dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan jaringan agar layanan kembali normal secepatnya.

Tantangan Teknis Restorasi

Seementara itu, selain kondisi cuaca laut yang dinamis, area pekerjaan restorasi juga berada di dekat koridor kabel laut aktif segmen Ondong Siau-Tahuna, sehingga seluruh proses harus dilakukan dengan tingkat presisi yang tinggi.

Tim teknis juga menghadapi kondisi dasar laut yang didominasi batuan dengan kontur yang curam.

Situasi tersebut membuat proses identifikasi dan penanganan kabel lau memerlukan kehati-hatian lebih untuk menjaga keselamatan pekerjaan sekaligus memastikan kualitas hasil restorasi.

Dengan mempertimbangkan kondisi operasional tersebut, target penyelesaian pekerjaan dan jadwal ready for service (RFS) yang semula direncanakan pada periode 28 Mei hingga 2 Juni 2026 diproyeksikan disesuaikan hingga 6 Juni 2026.

Kemkomdigi pun menegaskan berkomitmen mengawal proses restorasi itu hingga tuntas.

Kemkomdigi memastikan, masyarakat di Sangihe dan Sitaro tetap mendapatkan akses komunikasi dan layanan digital yang andal sebagai bagian dari upaya menghadirkan konektivitas yang merata hingga wilayah perbatasan Indonesia. (bdm)

Komentar

Iklan