Infodigital.co.id

BTS, Satelit, dan Fiber Optik Diandalkan untuk Atasi Akses Internet

Wamenkomdigi Nezar Patria (di tengah). (Dok Kemkomdigi)

Jakarta, ID – Pemerintah, melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), mengatasi area belum ada akses internet (blank spot) dengan kombinasi teknologi seluler (base transceiver station/BTS), kabel fiber optik, dan satelit, terutama untuk area tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta nonkomersial.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyebut satelit orbit rendah (low earth orbit/LEO) menjadi salah satu opsi strategis untuk memperluas konektivitas di wilayah terpencil dan daerah bencana yang sulit dijangkau infrastruktur telekomunikasi darat.

“LEO itu salah satu opsi. Jadi ada banyak pilihan, mulai dari fiber optik hingga BTS, tergantung kondisi lapangan di daerah 3T tersebut,” ujar Nezar di Kantor Kemkomdigi, Jakarta Pusat, dikutip InfoDigital.co.id, Sabtu  (23/5/2026).

Menurut dia, pemerintah terus mengevaluasi teknologi konektivitas internet yang paling efektif untuk menutup kesenjangan akses digital di berbagai wilayah Indonesia.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa teknologi LEO belum dirancang untuk menggantikan seluruh moda telekomunikasi yang sudah ada di Tanah Air.

“LEO ini juga punya beberapa keterbatasan. Kalau ada gangguan atau terhalang awan, latensinya akan terpengaruh. Tapi dia efektif sekali di laut atau pegunungan,” jelasnya.

Nezar mengungkapkan, pemerintah telah memanfaatkan layanan LEO secara terbatas untuk mendukung komunikasi di wilayah terdampak bencana dan daerah yang benar-benar terisolasi dari jaringan telekomunikasi konvensional.

“Kita sudah coba di wilayah bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar waktu itu. Perangkat LEO dibagikan ke daerah-daerah terpencil yang tidak bisa dijangkau sama sekali dan komunikasinya bagus sekali, bahkan untuk video call,” tutur dia.

Pemerintah disebutnya tetap mengedepankan pembangunan infrastruktur telekomunikasi nasional melalui kombinasi berbagai moda konektivitas, termasuk fiber optik, BTS, dan satelit, dengan mempertimbangkan karakter geografis Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau dan wilayah pegunungan. (abm)

Komentar

Iklan