Ini Alasan XLSMART Tak Bagikan Dividen
Jakarta, ID – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk, emiten telekomunikasi digital berkode saham EXCL, memutuskan untuk tidak membagikan dividen untuk kinerja keuangan 2025. Selain karena rugi bersih Rp4,42 triliun, XLSMART juga punya alasan penjelasannya.
Hal itu diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025 yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Walaupun begitu, (sebelumnya dikenal sebagai entitas hasil penggabungan XL Axiata dan Smartfren), XLSMART sempat membagikan dividen jumbo atau dividen spesial senilai total Rp2,89 triliun atau Rp159 per saham pada Desember 2025.
Direktur & Chief Financial Officer XLSMART Antony Susilo pun menjelaskan alasan XLSMART tak membagi dividen masih menderita rugi bersih pada 2025 ketika sedang dalam proses integrasi hingga akhirnya tak bisa membagikan dividen.
“Kanapa XLSMART gak bagi dividen 2025. Menurut UU Perseroan Terbatas, XLSMART memang tak bisa bagi dividen tahun buku 2025 karena rugi,” ujar Antony, dalam konferensi pers pasca-RUPST, dikutip InfoDigital.co.id.
Sebagai catatan, XLSMART pernah menyampaikan berhasil membukukan laba bersih tapi dinormalisasi (Normalized PAT) Rp3,0 triliun pada 2025, tumbuh 63% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Namun, dalam laporan kepada Bursa Efek Indonesia pada 13 Februari 2026, XLSMART juga menyampaikan menderita rugi bersih Rp4,42 triliun pada 2025 dari tahun sebelumnya masih laba bersih Rp1,81 triliun.
Pendapatan XLSMART sepanjang tahun 2025 sebenarnya mencapai Rp42,4 triliun, meningkat sebesar 23,41% dibandingkan 2024 yang senilai Rp34,39 triliun.
Meski pendapatan tumbuh signifikan, beban usaha XLSMART juga mengalami lonjakan. Beban penyusutan naik menjadi Rp17,58 triliun dari Rp12,07 triliun pada 2024.
Begitu juga, beban infrastruktur tercatat Rp12,3 triliun, meningkat dari Rp8,9 triliun. Beban interkoneksi dan beban langsung lainnya juga naik menjadi Rp4,9 triliun dari Rp3,2 triliun.
“Kerugian bersih XLSMART tahun 2025 terutama karena depresiasi rupiah,” imbuh Antony.
Keputusan Lain RUPST
Sementara itu, dalam RUPST tersebut, pemegang saham XLSMART juga menyetujui tiga mata acara utama, yaitu persetujuan Laporan Tahunan Perseroan termasuk Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris serta pengesahan Laporan Keuangan Perseroan tahun buku 2025.
Selanjutnya, penunjukan Kantor Akuntan Publik dan Akuntan Publik untuk melakukan audit atas Laporan Keuangan Perseroan tahun buku 2026 serta penetapan remunerasi bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris XLSMART.
Presiden Direktur & CEO XLSMART Rajeev Sethi mengatakan, tahun 2025 menjadi periode penting bagi XLSMART dalam membangun fondasi transformasi pascamerger dari PT XL Axiata Tbk dan PT Smartfren Telecom Tbk.
“Dukungan pemegang saham melalui RUPST ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus menghadirkan layanan yang lebih baik, memperkuat kualitas jaringan, meningkatkan pengalaman pelanggan, serta menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan,” tutur Rajeev.
Pada mata acara pertama, RUPST menyetujui dan menerima Laporan Tahunan Perseroan tahun buku 2025, termasuk Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris, serta mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto dan Rekan, firma anggota jaringan global PwC.
RUPST juga memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada direksi dan dewan komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan selama tahun buku 2025, sepanjang tindakan tersebut tercermin dalam laporan tahunan dan keuangan. (abm)




