Infodigital.co.id

Tarif Ojol GoRide Tak Naik Walau Bagi Hasil GoTo Turun Jadi 8%

CEO GoTo Hans Patuwo (nomor dua dari kiri). (Dok GoTo)

Jakarta, ID – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), yang menaungi Gojek, berupaya untuk tidak akan menaikkan tarif layanan transportasi ojek online (ojol) GoRide walau bagi hasil perusahaan turun hanya menjadi 8%.

Seperti diberitakan, Gojek akan mengubah atas skema bagi hasil untuk mitra pengemudi (driver) ojek online (ojol) GoRide menjadi 92% dan GoTo hanya akan menerima 8%.

Selama ini, Gojek menerapkan skema bagi hasil 80% bagi mitra pengemudi GoRide dan Goto 20%. Dengan kata lain, GoTo akan menerapkan potongan menjadi 8% dari sebelumnya 20%.

Skema bagi hasil terbaru tersebut akan diimplementasikan Gojek setelah pemerintah menerbitkan regulasi turunan dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online.

Tekad Gojek yang tidak akan menaikkan tarif GoRide pun menjadi 1 langkah dari 4 langkah yang akan dilakukan GoTo dan Gojek walaupun bagi hasilnya akan turun menjadi 8% dari sebelumnya 20%.

Direktur Utama/CEO GoTo Hans Patuwo menyampaikan, perusahaan akan menyesuaikan skema bagi hasil layanan GoRide sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan saat Hari Buruh 1 Mei lalu dan berupaya untuk tidak menaikkan tarif layanan bagi para jutaan pengguna/konsumen.

Langkah itu disebutnya merupakan investasi jangka panjang demi menjaga ekosistem GoTo dan Gojek yang lebih berkesinambungan.

Gojek dan GoTo menyadari adanya tanggung jawab sebagai platform transportasi online untuk menjaga kesinambungan roda pergerakan masyarakat setiap harinya.

“Perusahaan pun memahami betul betapa pentingnya harga untuk konsumen Indonesia. Kami akan berupaya agar tidak ada perubahan harga yang dibayar oleh konsumen untuk GoRide reguler,” ungkap Hans di Jakarta, dikutip InfoDigital.co.id, Rabu (20/5/2026).

Goto dan Gojek pun berharap, dengan penyesuaian dan kebijakan tersebut, jumlah order dari konsumen akan tetap stabil, hingga pada akhirnya, pendapatan total bagi mitra pengemudi akan tetap terjaga.

3 Langkah lain

Selain langkah tersebut, GoTo dan Gojek juga menjalankan 3 langkah lain guna menopang perubahan skema bagi hasil untuk para mitra GoRide di Tanah Air berjalan mulus. Tiga Langkah lainnya sebagai berikut.

1. Penghapusan Program Langganan GoRide Hemat

Sebagai bagian dari penyesuaian menyeluruh, Gojek akan menghentikan ‘Program Langganan GoRide Hemat’ untuk mitra pengemudi. Program ini sudah diuji coba sejak November 2025 dan diperluas mulai Februari 2026.

Karena itu, Gojek memutuskan untuk menghentikan program langganan tersebut efektif dalam waktu dekat. Penghapusan program langganan GoRide Hemat untuk mitra pengemudi ini dilakukan guna menciptakan ekosistem yang berkelanjutan bagi seluruh pihak.

2. Gojek Prioritaskan Kesejahteraan Mitra Pengemudi

Sebagai bagian dari komitmen yang terus dipegang teguh, Gojek terus memastikan seluruh program kesejahteraan mitra pengemudi yang telah berjalan tetap menjadi prioritas.

Beberapa di antaranya program Bonus Hari Raya (BHR), BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, beasiswa untuk mitra dan anak mitra pengemudi, Umroh gratis, Bursa Kerja Mitra Gojek, dan Cek Kesehatan Gratis bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia akan terus dilanjutkan.

3. Gojek dan GoTo Bertumbuh Berkelanjutan

GoTo akan terus berupaya menjaga menjadi ekosistem yang terus bertumbuh berkelanjutan. Saat ini, layanan teknologi finansial, logistik/pengantaran dan lini bisnis lainnya dalam GoTo berkembang dengan cepat dan baik.

Melalui kekuatan ekosistem dan inovasi yang berkelanjutan, GoTo dan Gojek optimistis dapat melakukan penyesuaian dengan baik sekaligus menjaga stabilitas jangka panjang Gojek dan GoTo.

“Sebagai perusahaan yang lahir dan berkembang di Indonesia, Gojek senantiasa berkomitmen untuk dapat terus maju demi mitra pengemudi yang lebih sejahtera, pelanggan yang terlayani lebih baik, dan Indonesia yang kita cintai bersama,” pungkas Hans. (abm)

Komentar

Iklan