Harga Saham MESOP Bukalapak Terlalu Mahal
Jakarta, ID – Program MESOP II atas 4.019.592.620 saham PT Bukalapak.com Tbk, perusahaan teknologi dan marketplace produk virtual dengan kode saham BUKA, kembali tak diminati direksi/komisaris dan karyawan. Salah satu alasannya, harga yang ditawarkan jauh di atas harga pasar.
Belum berhasilnya program MESOP II Bukalapak kemungkinan besar salah satunya karena harga yang ditawarkan jauh di atas harga di bursa. Saham MESOP ditawarkan pada harga Rp189 per saham, sedangkan harga di pasar ditutup pada Rp132 per saham pada Senin (18/5/2026).
Bukalapak baru saja kembali menggelar program MESOP II atas 4.019.592.620 saham pada harga Rp189 per saham selama 48 hari bursa terhitung sejak tanggal 1 April 2026 sampai dengan tanggal 18 Mei 2026.
MESOP merupakan program mekanisme pelepasan saham dan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) bagi komisaris, direksi, dan karwayan (management and employee stock option plan/MESOP) sebuah perusahaan.
“Jumlah opsi (MESOP II Bukapalak) yang telah dilaksanakan sebanyak nihil,” ujar Corporate Secretary Bukalapak Cut Fika Lutfi, dikutip InfoDigital.co.id, Kamis (25/9/2025).
Karena itu, jumlah opsi MESOP II Bukalapak dilaksanakan yang belum/tak diminati direksi/komisaris dan karyawan masih berlaku sebanyak-banyaknya 4.019.592.620 saham.
Selanjutnya, pelaksanaan MESOP II Bukapalak akan dilaksanakan sesuai dengan tanggal vesting yang disepakati antara para peserta dan manajemen perseroan.
Hal itu pun sudah dilaporkan oleh Cut Fika Lutfi kepada Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia sebagai bagian dari keterbukaan informasi.
Sebelumnya, MESOP II Bukalapak atas saham yang sama juga telah digelar selama 30 hari bursa terhitung sejak tanggal 1 Oktober 2025 sampai dengan tanggal 12 November 2025. Namun, ketika itu juga kurang diminati.
Kuartal II-2025, Bukalapak juga sudah menggelar program MESOP II atas 4.019.592.620 saham pada harga Rp189 per lembar dengan tanggal pelaksanaan sejak 1 April 2025 hingga 23 Mei 2025. Namun, saham yang ditawarkan tetap tak diminati.
Manajemen telah berulang kali menyelenggarakan MESOP II. Hal ini dilakukan karena RUPSLB sebelumnya telah menyatakan bahwa saham dan hak opsi yang belum dikonversi pada periode pelaksanaan dapat dilakukan pada periode pelaksanaan berikutnya.
Dengan banderol harga pelaksanaan MESOP Rp189 per lembar, Bukalapak pun sebenarnya berpeluang mengantongi dana senilai Rp759,70 miliar jika sukses dilaksanakan.
Pada perdagangan Senin (18/5/2026), saham BUKA ditransaksikan melemah Rp9 (6,38%) ke posisi penutupan Rp132 yang juga menjadi level terendah. Sahamnya dibuka dari Rp138 serta sempat ke posisi tertinggi Rp139. (dmm)




