Kuartal I, Sektor TIK RI Tumbuh 7,14%
Jakarta, ID – Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa sektor informasi dan komunikasi (infokom) atau teknologi informasi dan komunikasi (TIK) Indonesia tumbuh 7,14% pada kuartal I-2026.
Pertumbuhan sektor TIK tersebut turun 0,58% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (kuartal I-2025) masih 7,72%. Pertumbuhannya juga tak lebih baik dibandingkan kuartal IV-2025 dengan persentase 8,09%.
Walau turun, sama seperti sebelum-sebelumnya, pertumbuhan sektor TIK kuartal I-2026 tetap masih lebih bagus dibandingkan ekonomi nasional yang tumbuh 5,61%, atau naik 0,74% dibandingkan setahun sebelumnya 4,95%.
Pertumbuhan TIK di Tanah Air juga lebih bagus dibandingkan tiga sektor utama/strategis lain di Tanah Air, yakni pertambangan dan penggalian, perdagangan mobil dan motor, serta industri pengolahan/manufaktur.
Sementara itu, dibandingkan dengan 4 sektor strategis lain, pertumbuhan TIK menempati peringkat kedua, atau hanya dikalahkan sektor transportasi dan pergudangan yang menempati posisi pertama, tumbuh 8,04%.
Namun, tidak seperti sebelumnya, dengan perumbuhannya tersebut, pada kuartal I-2026, sektor TIK terlempar dan tidak lagi menjadi salah satu sumber utama penting pertumbuhan ekonomi nasional.
Sektor industri manufaktur menjadi sumber utama pertumbuhan ekonomi nasional dengan kontribusi 1,03%. Selanjutnya, industri perdagangan berkontribusi 0,82%, pertanian 0,55%, konstruksi 0,53%, serta sektor-sektor lainnya 2,68%.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan, pertumbuhan Konomi kuartal I-2026 terutama didukung oleh kinerja sejumlah lapangan usaha utama. Industri pengolahan menjadi kontributor terbesar terhadap PDB dengan porsi 19,07% dan tumbuh 5,04%.
Lalu, sektor perdagangan yang menyumbang 13,28% dengan pertumbuhan 6,26%. “Sektor informasi dan komunikasi (infokom/TIK) juga mencatat pertumbuhan 7,14%,” ungkap Amalia, dikutip InfoDigital.co.id, Rabu (13/5/2026).
Masih menurut data BPS, pada periode akhir Februari 2026, sektor infokom juga mampu menyerap atau berkontribusi sekitar 0,84% dari total 147,54 juta orang Indonesia yang bekerja.
Kinerja XLSMART
Sebagai indikator pembanding, kinerja emiten telko dan digital PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) tumbuh meyakinkan pada kuartal I-2026. Sedangkan PT Indosat Tbk dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk belum mempublikasikan pencapaiannya.
XLSMART mampu meraih laba bersih dinormalisasi tumbuh 254% YoY menjadi Rp 1,37 triliun dari total pendapatan Rp11,84 triliun pada kuartal I-2026, tumbuh 38% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/YoY).
Kontribusi layanan data dan digital tetap menjadi penopang utama bisnis XLSMART dengan kontribusi sebesar 91,8% terhadap total pendapatan kuartal I-2026.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya kualitas pasar, optimalisasi portofolio pelanggan, serta peningkatan utilisasi layanan data bernilai tambah yang tercermin pada kenaikan blended ARPU menjadi Rp47,3 ribu.
Periode sama, trafik layanan data perseroan pun tumbuh 36% YoY menjadi 3.867 petabytes, didorong meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital berkualitas tinggi, termasuk streaming video, mobile gaming, dan berbagai layanan berbasis cloud.
Dampak dari merger XL Axiata dan Smartfren menjadi XLSMART telah berdampak pada peningkatan signifikan jumlah 253.750 BTS yang dioperasikan untuk melayani 69,4 juta pelanggan seluler. (bdm)
Pertumbuhan 5 Sektor Utama RI
| Sektor | 2023 | 2024 | 2025 | Kuartal
I-2025 |
Kuartal
I-2026 |
| Transportasi dan Pergudangan | 13,96 | 8,69 | 8,78 | 9,01 | 8,04 |
| Infokom/TIK | 7,59 | 7,57 | 8,35 | 7,72 | 7,14 |
| Pertambangan dan Penggalian | 6,12 | 4,90 | -0,66 | -1,23 | -2,14 |
| Perdagangan | 4,85 | 4,86 | 5,49 | 5,03 | 6,26 |
| Industri Pengolahan/Manufaktur | 4,64 | 4,43 | 5,30 | 4,55 | 5,04 |
| Ekonomi Nasional | 5,05 | 5,03 | 5,11 | 4,87 | 5,61 |
Sumber: Budan Pusat Statistik
Satuan dalam persentase (%)




