Infodigital.co.id

Grup Sarana Menara Perbarui Utang Rp2 Triliun

Ilustrasi perjanjian utang. (Dok Sarana Menara)

Jakarta, IDGrup PT Sarana Menara Nusantara Tbk, emiten pengembang infrastruktur telekomunikasi berkode saham TOWR, telah menandatangani perpanjangan utang dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk senilai Rp2 triliun.

Pembaruan perjanjian utang sejak 9 Desember 2024 itu dilakukan oleh empat anak usaha Sarana Menara, yakni PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), PT Iforte Solusi Infotek, PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR), dan PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST).

“PT Sarana Menara Nusantara Tbk penandatanganan perubahan ke-2 perjanjian kredit atas perjanjian kredit nomor 7 tertanggal 9 Desember 2024 melalui Protelindo, Iforte, STP, dan IBST dengan CIMB Niaga,” ujar Corporate Secretary Sarana Menara Monalisa Irawan, dikutip InfoDigital.co.id, Jumat (8/5/2026).

Hal itu pun telah dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan dan ditembuskan ke Bursa Efek Indonesia untuk dipublikasikan sebagai bagian dari keterbukaan kepada publik/investor.

Monalisa menjelaskan, perjanjian pembaruan utang antara empat anak usaha Sarana Menara dengan CIMB Niaga itu diteken pada Kamis (7/5/2026).

Perubahan ke-2 perjanjian kredit dilakukan sehubungan dengan perubahan struktur jaminan tanggung renteng menjadi jaminan perusahaan yang diberikan oleh Protelindo dan Iforte.

Hal itu berdasarkan perjanjian penanggungan perusahaan terbaru tertanggal 7 Mei 2026 menjadi jaminan perusahaan dan bersama-sama dengan perjanjian perubahan tersebut.

“Selain perubahan sebagaimana diuraikan di atas, tidak terdapat perubahan lainnya yang bersifat material terhadap syarat dan ketentuan dalam perjanjian fasilitas,” jelasnya.

Sementara itu, penandatanganan pembaruan kredit dengan CIMB Niaga tersebut merupakan transaksi afiliasi karena terjadi pada empat anak usaha Sarana Menara.

Namun, transaksi di atas bukan merupakan transaksi benturan kepentingan karena empat anak usaha Sarana Menara itu sebagai peminjam yang tidak punya/saling memiliki saham dengan/di CIMB Niaga.

“Dampak kejadian tersebut juga tidak memiliki dampak material negatif yang merugikan terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan (Sarana Menara),” tutup Monalisa.

Pada perdagangan Kamis (7/5/2026), saham TOWR ditransaksikan bergerak sideways ke penutupan Rp480. Sahamnya dibuka dari Rp482, serta sempat ke posisi terendah Rp472 dan tertinggi Rp484. (lmm)

Komentar

Iklan