Indonesia akan Bangun Industri Semikonduktor
Jakarta, ID – Indonesia tengah merancang dan mengajukan kerja sama dengan India untuk membangun industri semikonduktor yang akan memacu industri teknologi artificial intelligence (AI) berdaulat di Tanah Air. Indonesia menjadikan India sebagai contoh.
Pemerintah Indonesia menyampaikan visinya untuk menjadikan kekayaan mineral nasional yang dimiliki sebagai fondasi/modal pembangunan industri teknologi masa depan.
Ke depan, Indonesia tidak lagi ingin berada di pinggir rantai nilai industri semikonduktor dan AI. Indonesia ingin memanfaatkan sumber mineral yang dimiliki menjadi fondasi pembangunan industri di dalam negeri.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan, Indonesia kini berada dalam posisi strategis dari sekadar eksportir bahan mentah menjadi mitra utama dalam rantai pasok teknologi global.
“Kami tidak hanya ingin menjual materi kepada Anda, tetapi juga membangun kerangka kerja mineral penting berbasis teknologi,” tegas Nezar, saat menyampaikan keynote speech dalam forum ‘India-Indonesia Critical Mineral Conference’ di Jakarta Selatan, dikutip InfoDigital.co.id, Kamis (26/2/2026).
Pernyataan tersebut menjadi garis besar arah baru kebijakan Indonesia dalam membangun kemitraan strategis dengan India yang dinilai berhasil mengakselerasi ekosistem teknologi melalui inisiatif ‘Make in India’.
Contoh India
Wamenkomdigi pun mengungkapkan kekagumannya atas perkembangan teknologi India yang disaksikannya langsung dalam ‘AI Impact Summit’ di India, pekan lalu.
Ia menyoroti transformasi industri yang dilakukan melalui inisiatif ‘Make in India’, termasuk langkah Tata Group dalam membangun pusat data berbasis AI serta inovasi jaringan yang menghadirkan superkomputer ke desktop.
“India tidak hanya berpartisipasi dalam masa depan, tetapi juga sedang membangunnya,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Indonesia menawarkan tiga agenda utama kolaborasi Indonesia–India, terutama dalam pengembangan industri AI di Tanah Air.
Pertama, bangun bersama di Indonesia melalui investasi fasilitas pemrosesan mineral menjadi material berkualitas elektronik. Kedua, investasi pada sumber daya manusia, dengan transfer pengetahuan dan pengembangan talenta insinyur semikonduktor.
“Ketiga, membangun koridor ketahanan rantai pasok, dengan menghubungkan sumber daya Indonesia dan manufaktur India untuk menciptakan rantai pasok yang tangguh dan efisien,” pungkas Nezar. (abm)




