Infodigital.co.id

2 Anak Usaha Sarana Menara Utang Rp1 Triliun

Ilustrsi akad perjanjian kredit. (Dok Sarana Menara)

Jakarta, ID – Dua anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk, emiten pengembang infrastruktur telekomunikasi berkode saham TOWR, telah menandatangani utang dengan PT Bank DBS Indonesia senilai Rp1 triliun.

Perjanjian utang bergulir (uncommitted revolving loan) sejak Jumat (22/5/2026) itu dilakukan oleh dua anak usaha Sarana Menara, yakni PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) dan PT Iforte Solusi Infotek.

Corporate Secretary Sarana Menara Monalisa Irawan mengatakan, telah terjadi penandatanganan perjanjian fasilitas pinjaman bergulir Rp1 triliun antara Protelindo dan Iforte dengan Bank DBS Indonesia.

“Dengan ini, kami untuk dan atas nama perusahaan menyampaikan laporan informasi atau fakta material, tanggal kejadian 22 Mei 2026, penandatanganan perjanjian fasilitas pinjaman antara Protelindo dan Iforte dengan PT Bank DBS Indonesia,” ujar Monalisa, dikutip InfoDigital.co.id, Senin (25/5/2026).

Hal itu pun telah dilaporkan Monalisa Irawan kepada Otoritas Jasa Keuangan dan ditembuskan ke Bursa Efek Indonesia untuk dipublikasikan sebagai bagian dari keterbukaan kepada publik/investor.

Monalisa menjelaskan, penandatanganan perjanjian fasilitas pinjaman bergulir sebesar Rp1.000.000.000.000 memiliki syarat dan ketentuan penting berdasarkan perjanjian kredit.

Pertama, tujuan korporasi umum Protelindo dan Iforte meminjam kepada DBS termasuk untuk pembiayaan kembali utang-utang yang dimiliki (refinancing utang).

“Jangka waktu fasilitas (pinjaman) 12 bulan sejak tanggal penandatanganan perjanjian kredit (Jumat 22/5/2026),” tuturnya.

Sementara itu, kedua, untuk utang dengan hukum yang berlaku Indonesia itu, Protelindo dan Iforte akan bertanggung jawab secara tanggung renteng atas pelaksanaan seluruh kewajiban berdasarkan perjanjian kredit.

Monalisa juga menyampaikan, penandatanganan perjanjian kredit tersbut merupakan transaksi afiliasi sesama perusahaan terkendali karena paling sedikit 99% saham Protelindo dan Iforte dimiliki oleh Sarana Menara.

Namun, penandatanganan perjanjian kredit di atas bukan merupakan transaksi benturan kepentingan karena antara Sarana Menara, Protelindo, dan Iforta tak punya hubungan keterkaitan/afiliasi/kepemilikan saham.

Pada perdaganga Jumat (22/5/2026), saham TOWR ditransaksikan melemah Rp4 (1%) ke penutupan Rp396. Sahamnya dibuka dari Rp400, serta sempat ke posisi tertinggi Rp404 dan terendah Rp386. (abm)

Komentar

Iklan