Infodigital.co.id

Tips Hindari Peretasan Akun Bank

Ilustrasi bank digital. (Dok wealthhandfinance.digital)

Jakarta, ID – Kaspersky, perusahaan konsultan dan penyedia solusi sekuriti siber asal Rusia, mendeteksi lebih dari 1 juta akun perbankan online diretas pada 2025. Berikut tips atasi peretasan akun bank.

Penjahat siber sudah beralih dari malware perbankan PC tradisional dan makin mengandalkan rekayasa sosial dan pasar dark web. Sementara itu, malware finansial seluler terus berkembang.

Polina Tretyak, analis Kaspersky Digital Footprint Intelligence, mengatakan, dark web kini telah menjadi pusat utama kejahatan siber finansial.

“Memutus siklus ini membutuhkan intelijen ancaman proaktif dari pihak organisasi, dan peningkatan kesadaran serta pengawasan dari pengguna individu,” ujar Polina, dikutip InfoDigital.co.id, Jumat (17/4/2026).

Sementara itu, Kaspersky pun merekomendasikan hal-hal/langah-langkah yang perlu dilakukan oleh individu maupun koorporasi agar akun banknya tetap terlindungi.

Pengguna Individu

1. Gunakan otentikasi multifaktor jika memungkinkan, buat kata sandi unik yang kuat, dan simpan dengan aman di pengelola kata sandi.

2. Jangan ikuti tautan dari pesan yang mencurigakan dan periksa kembali halaman web sebelum memasukkan kredensial, atau detail kartu perbankan.

3. Untuk melindungi diri dari toko online palsu dan halaman phishing, gunakan solusi keamanan andal.

Kaspersky Premium menjadi salah satu cara melindungi pengguna dari toko online palsu dan web phishing melalui teknologi deteksi canggih yang menganalisis karakteristik situs web dan URL untuk mengidentifikasi pola mencurigakan.

Pengguna Bisnis/Koorporasi

1. Lakukan penilaian seluruh infrastruktur, perbaiki kerentanan, dan pertimbangkan spesialis eksternal untuk perspektif baru yang mengungkap risiko tersembunyi.

2. Terapkan platform terintegrasi untuk memantau dan mengendalikan semua vektor serangan dengan deteksi dan respons cepat di seluruh organisasi.

Solusi dari lini produk Kaspersky Next pun bisa membantu karena menyediakan perlindungan waktu nyata, visibilitas ancaman, investigasi, dan kemampuan EDR/XDR yang dapat diskalakan untuk organisasi dengan ukuran apa pun dan di industri apa pun.

3. Pantau berkelanjutan sumber daya dark web dan meningkatkan cakupan berbagai sumber ancaman potensial, sehingga memungkinkan pelanggan untuk melacak rencana dan tren aktivitas pelaku ancaman.

Jenis pemantauan tersebut antara lain bisa didapatkan dan merupakan bagian dari layanan Digital Footprint Intelligence Kaspersky. (lmm)

Komentar

Iklan