Babak Baru Investasi Startup Indonesia Dirumuskan

Babak Baru Investasi Startup Indonesia Dirumuskan

Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo di Bali. (Dok Komdigi)--

Kerja sama tersebut juga dapat membantu solusi teknologi melewati tahap pengujian dan memperoleh kesempatan untuk diterapkan dalam kegiatan bisnis.

Dengan demikian, startup tidak hanya berfokus pada pengembangan produk, tetapi juga memiliki kesempatan untuk membuktikan kelayakan komersial dan memperluas penggunaan produknya di pasar.

BACA JUGA:Investasi Startup Indonesia Sudah Tembus Rp7 Triliun pada 2026

5 Fondasi Ekosistem Investasi Startup

Selain membahas peluang pendanaan, peserta mendiskusikan lima fondasi utama yang dinilai penting untuk memperkuat ekosistem investasi startup Indonesia, yaitu:

1. Tata kelola dan kepercayaan, sebagai dasar hubungan yang sehat antara founder, investor, dan mitra bisnis.

2. Keselarasan regulasi, untuk menciptakan kepastian bagi pelaku usaha dan penyandang dana.

3. Kualitas founder dan fundamental bisnis, agar startup memiliki model bisnis yang berkelanjutan dan mampu berkembang.

4. Data dan infrastruktur investasi, guna mendukung pengambilan keputusan serta meningkatkan transparansi ekosistem.

5. Exit dan likuiditas, untuk memperjelas peluang pengembalian investasi dan menjaga keberlanjutan pendanaan.

Kelima aspek tersebut menjadi bagian penting dalam pembahasan mengenai iklim investasi, kepercayaan pasar, dan daya tarik startup Indonesia bagi investor lokal maupun global.

BACA JUGA:Jumlah Startup di Indonesia Berkurang 12 dalam Lima Bulan, Kini Tersisa 3.184 Perusahaan

Co-Investment Jadi Salah Satu Peluang Pendanaan

Forum ini juga membahas sejumlah pendekatan untuk memperbesar aliran modal ke startup Indonesia. 

Beberapa opsi yang menjadi bahan diskusi meliputi skema co-investment atau investasi bersama, validasi komersial melalui kemitraan dengan korporasi, serta fasilitasi pendanaan lintas negara.