Jumlah Startup di Indonesia Berkurang 12 dalam Lima Bulan, Kini Tersisa 3.184 Perusahaan

Jumlah Startup di Indonesia Berkurang 12 dalam Lima Bulan, Kini Tersisa 3.184 Perusahaan

Gelaran konferensi tentang startup Tech in Asia. (Dok Tech in Asia)--

Jakarta, ID – Jumlah usaha risntisan berbasis teknologi (startup) di Indonesia berkurang 12 menjadi 3.184 dalam lima bulan terakhir, pada rentang periode sejak 11 Mei hingga 11 Oktober 2026. 

Indonesia saat ini menjadi rumah bagi 3.184 startup hingga 11 Oktober 2026. Jumlah tersebut berkurang 12 (0,37%) dibandingkan 3.196 startup pada 11 Mei 2026, menurut Startup Ranking.

Walaupun begitu, jumlah startup di Tanah Air tersebut masih yang terbanyak dan berkontribusi 51,91% dari total 6.133 startup yang ada di 11 negara kawasan Asia Tenggara. 

Jumlah startup di Indonesia itu juga masih yang terbanyak peringkat keenam di dunia setelah negara Amerika Serikat, India, Inggris Raya, Kanada, dan Australia. 

Saat ini, Amerika Serikat menjadi rumah terbesar bagi 90.395 startup, selanjutnya India miliki 19.139 startup, Inggris Raya 8.265, Kanada 4.419, dan Australia rumah bagi 3.412 startup.

BACA JUGA:Terdapat 3.196 Startup di Indonesia

Kembali ke Tanah Air, jumlah startup akhirnya berkurang karena makin minimnya pendanaan baru dan berkurangnya minat para pionir di tengah perkembangan yang kurang menggembirakan secara nasional.

Walau begitu, masih ada dukungan program inkubator swasta dan pemerintah untuk mengembangkan startup pemula (early-stage) di tengah adanya banyak potensi ekonomi untuk digarap. 

Sebagai penggerak utama ekonomi digital, startup masih menghadapi tantangan tersulit mendapatkan pendanaan untuk ekspansi (tech-winter) sejak tahun 2022 akibat investor lebih memilih investasi di portofolio surat berharga, termasuk saham, obligasi, dan lainnya.

Di lihat dari perolehan pendanaan baru, Indonesia pun kini telah digusur oleh negara kota Singapura dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, Indonesia menjadi penopang utama pertumbuhan startup di Asia Tenggara bersama Singapura.

Kembali lagi, melihat pertumbuhan jumlah startup di kawasan Asia Tenggara, jumlahnya di Indonesia berkurang bersama dua negara lainnya, yakni Myanmar dan Brunei.

Di sisi lain, di negara Singapura, Vietnam, Malaysia, Thailand, Filipina, Kamboja, jumlah startup-nya bertambah. Sedangkan di Laos dan Timor Leste, jumlah jumlah startup-nya stagnan. Selengkapnya lihat tabel.

Investasi Startup di Indonesia 

Di tengah fenomena tersebut, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid pun telah mengajak investor global untuk berinvestasi pada para startup di Indonesia.