Infodigital.co.id

Sejumlah Upaya TikTok Lindungi Pengguna 2025

Sejumnlah aksi TikTok lindungi pengguna. (Dok TikTok Indonesia)

Jakarta, ID – TikTok, platform untuk berbagi video dan hiburan digital berdurasi pendek asal China, menjalankan sejumlah upaya guna memperkuat perlindungan pengguna di Indonesia sepanjang 2025.

Sebagai rumah inspirasi dan kreativitas bagi lebih dari 160 juta pengguna di Indonesia, TikTok memperkuat keamanan platform dengan  penguatan kebijakan, pembaruan fitur keamanan, perluasan edukasi publik, hingga kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

Tujuannya juga untuk menciptakan pengalaman digital yang lebih aman, positif, dan bertanggung jawab, bagi seluruh pengguna, terutama bagi remaja.

“Keamanan pengguna selalu menjadi prioritas kami di TikTok,” ujar Head of Public Policy and Government Relations TikTok Indonesia Hilmi Adrianto, dikutip InfoDigital.co.id, Minggu (28/12/2025).

Bagi TikTok, keamanan digital tidak  sekadar menghapus konten berbahaya, tetapi juga memastikan seluruh pengguna, termasuk remaja dapat berkreasi, terhubung, dan mengekspresikan diri di ruang digital aman dan positif.

Langkah TikTok dalam menjaga keamanan platform dan pengguna juga telah sejalan dengan upaya Pemerintah Indonesia dalam menciptakan ruang digital yang aman bagi masyarakat.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Kemkomdigi RI Mediodecci Lustarini, SKM, SH, MCMS, pun memberikan apresiasinya atas upaya TikTok menghadirkan edukasi, perlindungan, dan transparansi kepada publik.

Hal tersebut sejalan dengan prioritas Kemkomdigi RI untuk memperkuat literasi digital, menekan konten berisiko, serta memastikan PSE (penyelenggara sistem elektronik) beroperasi secara bertanggung jawab.

“Kolaborasi lintas pihak sangat penting untuk menjaga ruang digital tetap aman dan positif,” imbuh Mediodecci.

3 Kampanye TikTok

Sementara itu, ada tiga kampanye keamanan yang dilaksanakan TikTok sepanjang tahun 2025.

1. Membangun Ruang Digital yang Aman Melalui Edukasi Remaja dan Orang Tua

Sejak 2024, TikTok telah menjalankan rangkaian inisiatif literasi digital bagi remaja dan orang tua. Pada 2025, aksi diperkuat dengan kampanye keamanan remaja Seru Berkreasi dan #SalingJaga bersama Yayasan SEJIWA, organisasi nirlaba yang konsisten menyuarakan perlindungan anak.

Kampanye yang berfokus pada SMA di Jabodetabek tersebut telah menjangkau lebih dari 1.600 remaja melalui sesi literasi digital dan diskusi bersama kreator.

TikTok juga memperkuat dukungan bagi orang tua melalui kerja sama dengan Yayasan Keluarga Kita, organisasi nirlaba berfokus pada pendidikan keluarga. Yayasan ini punya jaringan komunitas jutaan orang tua di 358 kota di seluruh Indonesia.

2. Menggerakkan Komunitas dan Masyarakat Lawan Judol

Selain membantu keluarga dan remaja merasa lebih aman di platform, TikTok mendukung masyarakat di Tanah Air menghadapi tantangan digital yang kian berkembang.

Salah satunya, TikTok adakan kampanye melawan judi online (judol) melalui kampanye #LawanJudol, yang juga didukung oleh Kemkomdigi RI.

TikTok antara lain menjalankan sejumlah lokakarya secara luring dan daring untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak negatif judol serta mendorong pemanfaatan platform digital lebih positif.

3. Mendorong Kebiasaaan #PikirDuaKali Terhindar dari Penipuan Online

TikTok peduli terhadap maraknya penipuan online yang bentuknya makin beragam, mulai dari phishing, lowongan kerja palsu, hingga skema penipuan berkedok investasi.

TikTok pun meluncurkan kampanye #PikirDuaKali untuk mendorong terciptanya kebiasaan berpikir dua kali di antara masyarakat sebelum berinteraksi dengan konten, ajakan, maupun tawaran dari pihak tidak dikenal.

Kampanye juga memperkenalkan metode 3C: Cek, Cegah, Cegat, tiga langkah praktis yang bisa dilakukan masyarakat untuk mengindentifkasi jenis penipuan online yang ada.

Selain itu, Masyarakat didorong tahu cara melaporkan koten negatif agar bisa menghentikan laju penyebaran dan melindungi sesama dari pihak yang tidak bertanggung jawab. (lmm)

Komentar

Iklan