RUPST Mitratel Mundur ke Tanggal 30 Juni
Jakarta, ID – PT Dayamitra Telekomunikasi/Mitratel Tbk, emiten penyelanggara jasa menara telekomunikasi anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk berkode saham MTEL, telah memundurkan gelaran RUPST ke tanggal 30 Juni 2026 dari jadwal sebelumnya 26 Juni 2026.
Dalam pengumuman terbaru yang mengacu pada surat No Tel.2311/LP210/DMT-1000000O/2026, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk memberitahukan perubahan jadwal rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) ke hari Selasa, 30 Juni 2026, pukul 15.00 WIB.
VP Investor Relations Mitratel Alif Bajara menyampaikan, perseroan menyampaikan perubahan jadwal penyelenggaraan RUPS tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.
“Jadwal penyelenggaraan rapat umum pemegang saham pada Selasa, 30 Juni 2026, waktu 15.00 WIB,” ujar Alif, dikutip InfoDigital.co.id, Kamis (7/5/2026).
Sementara itu, lokasi penyelenggaraan RUPST masih akan dan tetap digelar di Jakarta Selatan dan melalui fasilitas Electronic General Meeting System KSEI.
Di sisi lain, pemegang saham yang berhak hadir harus masuk daftar pemegang saham (DPS) paling akhir pada 5 Juni 2026.
Sebelumnya, Direksi Mitratel sempat mengumumkan gelaran RUPST untuk tahun buku 2025 di lokasi yang sama pada Selasa, 26 Mei 2026, waktu 14.00 WIB.
Alif Bajara pun telah melaporkan perubahan jadwal RUPST Mitratel tersebut kepada Otoritas Jasa Keuangan dan ditembuskan kepada Bursa Efek Indonesia.
Kinerja dan Saham
Mitratel kembali menegaskan posisinya sebagai penyedia infrastruktur digital terdepan dengan membukukan kinerja keuangan dan operasional yang solid sepanjang tahun buku 2025.
Di tengah dinamika industri dan volatilitas pasar global, Mitratel berhasil mempertahankan pertumbuhan laba, margin yang kuat, serta kualitas fundamental bisnis yang berkelanjutan.
Sepanjang 2025, Mitratel mencatatkan pendapatan Rp9,53 triliun, tumbuh 2,4% secara tahunan (year on year/YoY). Kinerjanya tetap didorong oleh bisnis menara telekomunikasi sebagai core business dengan kontribusi sebesar 81,8% terhadap total pendapatan.
Sementara itu, lini bisnis fiber terus menunjukkan akselerasi pertumbuhan dengan kontribusi sebesar 6% terhadap total pendapatan dan pertumbuhan signifikan 18,1% YoY, memperkuat arah transformasi Mitratel menuju penyedia infrastruktur digital terintegrasi.
Pada sisi profitabilitas, perseroan membukukan EBITDA Rp7,83 triliun, meningkat 1,8% YoY, dengan EBITDA margin yang tetap tinggi di level 82,2%.
Laba bersih Mitratel tercatat pun tercatat sebesar Rp2,12 triliun, tumbuh 0,6% YoY, dengan net profit margin mencapai sebesar 22,2%.
Kinerja keuangan tersebut mencerminkan disiplin eksekusi strategi, efisiensi operasional yang berkelanjutan, serta kemampuan perseroan dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi dan profitabilitas.
Pada perdagangan Rabu (6/5/2026), saham MTEL ditransaksikan sideways ke penutupan Rp510 yang juga menjadi pembukaan hari yang sama. Sahamnya sempat bergerak ke posisi terendah Rp500 dan tertinggi Rp515. (bdm)




