Infodigital.co.id

Pengamanan Data Center Kunci Ketahanan Digital Nasional

Hyperscale Data Center Telkom di Cikarang. (Dok Telkom)

Jakarta, ID – Pengamanan berlapis pusat data (data center) menjadi kunci dan krusial dalam ketahanan infrastruktur digital nasional. Sebab, data center kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern, termasuk Indonesia.

Data center telah menjadi lokasi vital bernilai sangat tinggi yang mendukung kelancaran pelayanan publik maupun swasta, aliran informasi dan konektivitas, transformasi digital, kota pintar (smart city), hingga pengumpulan dan  penyimpanan data.

Country Manager Axis Communications Johny Dermawan menjelaskan, dengan fungsinya yang sangat vital, data center menuntut operasi tanpa henti (zero downtime). Sebagai infrastruktur kritis, kecenderungan ancaman dan risikonya pun harus ditangani dengan teliti sejak dini.

Data center adalah infrastruktur fisik di mana tantangan tidak hanya bersifat digital, tetapi juga material,” ungkap Johny, dikutip InfoDigital.co.id, Rabu (18/2/2026).

Ancaman terhadap data center bisa bersifat makro dan operasional yang menuntut tim teknologi informasi dan keamanan yang andal untuk terus mewaspadai setiap gangguan yang mungkin timbul.

Pada tingkat makro, risiko yang dihadapi lokasi data center meliputi biaya pasokan listrik, inflasi, ketersediaan dan retensi talenta lokal, kondisi geopolitik, serta perubahan rantai pasok global pada era pasca pandemi.

Di sisi lain, secara operasional, tantangan data center muncul dari tuntutan zero downtime, gangguan, akses ilegal, keselamatan karyawan, penyamaran (impersonation), serta serangan siber.

“Seluruh ancaman tersebut dapat menimbulkan konsekuensi serius apabila tidak ditangani sejak tahap perancangan awal (commissioning),” imbuhnya.

Menurut dia, kedua jenis risiko tersebut berpotensi meningkat seiring dengan ekspansi operasional pusat data.

Menurut Global Outlook Data Center 2026, kapasitas data center di kawasan Asia-Pasifik akan meningkat sebesar 12% (CAGR), dari 32 gigawatt (GW) menjadi 57 GW pada 2030.

Sementara itu, berdasarkan Kementerian Komunikasi dan Digital, Indonesia saat ini memiliki sekitar 185 data center dengan total kapasitas 274 megawatt (MW) dan diproyeksikan mencapai lebih dari 2.000 MW tahun 2029.

6 Pengamanan Berlapis

Johny menjelaskan, kunci pengamanan data center adalah pada penerapan sistem keamanan terintegrasi melalui pendekatan berlapis (multi-layered approach). Pendekatan ini terdiri atas enam kombinasi yang saling memperkuat satu sama lain.

1. Pengawasan video dengan analitik dan cakupan 100%

Kamera kini pun digunakan sebagai sensor kaya data dalam banyak aplikasi.

Kamera tidak hanya merekam insiden, tetapi juga membantu memungkinkan pengambilan keputusan secara real-time yang memainkan peran penting dalam mengamankan data center dari ancaman internal dan eksternal melalui pencegahan, analisis dan respons real-time, serta dokumentasi.

“Pemasangan kamera termal dan visual multisensor di sepanjang perimeter yang dikombinasikan dengan radar dan solusi audio memberikan garis pertahanan yang kuat dan komprehensif,” ujar Johny.

Halaman: 1 2
Komentar

Iklan