GoTo Raih Laba Bersih Pertama Rp171 Miliar
Jakarta, ID – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, emiten ekosistem digital terbesar di Indonesia dengan kode sahjam GOTO, akhirnya membukukan laba bersih Rp171 miliar pada kuartal I-2026.
Laba bersih pertama kali dalam sejarah berdirinya GoTo tersebut jauh lebih baik dibandingkan dengan rugi bersih Rp367 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
“Pencapaian laba bersih untuk pertama kalinya dalam sejarah GoTo ini menjadi momen penting bagi kami,” ujar Direktur Utama Grup GoTo Hans Patuwo, dikutip InfoDigitalo.co.id, Rabu (29/4/2026).
Menurut dia, pencapaian laba bersih itu mencerminkan kerja keras tim GoTo selama bertahun-tahun dalam mendorong pertumbuhan pendapatan, mengelola biaya secara disiplin, dan menciptakan nilai nyata bagi pelanggan, konsumen, mitra pengemudi dan mitra usaha.
Perjalanan GoTo pun terus berlanjut seiring dengan upayanya dalam mengakselerasi pertumbuhan melalui pengembangan produk yang sesuai kebutuhan pelanggan melalui investasi secara berkelanjutan pada kemampuan bisnis yang akan membantu untuk mewujudkannya.
“Kami berada dalam posisi yang baik untuk menghadapi situasi global saat ini, dan percaya bahwa GoTo dapat tetap memberikan layanan terbaik kepada jutaan masyarakat Indonesia,” tuturnya.
Hans menyampaikan, GoTo mencapai titik tersebut berkat dukungan jutaan mitra driver GoCar dan GoRide di seluruh wilayah Indonesia.
“Kami berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan, mendukung kesejahteraan, serta memperkuat berbagai dukungan yang dapat kami berikan kepada mitra driver,” ucap Hans.
Direktur Keuangan Grup GoTo Simon Ho menambahkan, pencapaian tersebut mencerminkan operating leverage yang kini tertanam secara struktural dalam bisnis GoTo.
“Pertumbuhan pendapatan telah melebihi pertumbuhan biaya secara signifikan, baik di bisnis fintech maupun on-demand services,” kata Simon.
Menurut dia, biaya layanan GoTo menurun seiring dengan strategi teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang mulai membuahkan hasil.
Breakdown LK dan Saham
Simon menjelaskan, GoTo memasuki sisa tahun 2026 ini dengan arus kas bebas yang disesuaikan positif dan neraca keuangan yang kuat, menegaskan kembali pedoman EBITDA yang disesuaikan untuk setahun penuh sebesar Rp3,2-3,4 triliun.
Perseroan berhasil mencatatkan laba bersih untuk pertama kalinya sebesar Rp171 miliar kuartal pertama 2026 ini, menunjukkan peningkatan Rp538 miliar dibandingkan masih rugi bersih Rp367 miliar pada kuartal I-2025 (year on year/YoY).
Perseroan pun terus meningkatkan skala seiring dengan pertumbuhan Pengguna Bertransaksi Tahunan Grup (annual transacting users/ATU) sebesar 22% YoY menjadi 69 juta.
Pendapatan bersih tumbuh 26% YoY menjadi Rp5,3 triliun seiring dengan pertumbuhan gross transaction value/GTV inti Grup 65% YoY menjadi Rp138 triliun, dengan total GTV naik menjadi Rp236 triliun, atau meningkat 63% YoY.
EBITDA Grup yang disesuaikan mencapai Rp907 miliar, naik 131% YoY, menunjukkan awal yang kuat menuju pedoman kinerja EBITDA Grup yang disesuaikan setahun penuh sebesar Rp3,2-3,4 triliun.
Perseroan juga mencatatkan arus kas bebas disesuaikan positif sebesar Rp1,3 triliun, menunjukkan perbaikan fundamental bisnis, profitabilitas, dan disiplin biaya.
Imbalan jasa e-commerce GoTo dari PT Tokopedia juga mencapai Rp288 miliar.
GoTo pun terus meningkatkan kemampuan teknologinya, memperkenalkan program AI baru yang menyatukan semua inisiatif AI di bawah satu strategi yang berfokus pada pelanggan, yang akan menurunkan biaya layanan, meningkatkan interaksi dan konversi pengguna.
Pada perdagangan Selasa (28/4/2026), saham GOTO ditransasikan sideways ke penutupan Rp53 yang juga menjadi level pembukaan dan terendah. Sahamnya sempat ke posisi tertinggi Rp54. (abm)




