Awas, Kebiasaan Berbagi Video Anak Bisa Jadi Pintu Masuk Serangan Siber dan Penipuan
Kebiasaan anak dan remaja berbagi dan menonton video aktivitas. (Dok Kaspersky)--
BACA JUGA:Menkomdigi Serukan Pelindungan 70 Juta Anak Indonesia di Era AI
Seragam sekolah, logo di ransel, pemandangan dari jendela, jalan yang terlihat di latar belakang, teman yang disebutkan dalam percakapan, atau komentar tentang jadwal rutin mungkin tampak tak signifikan dan biasa.
Namun, jika dirangkum bersama, aktivitas itu dapat mengungkapkan informasi detail tentang seorang anak belajar, menghabiskan waktu, dengan siapa berkomunikasi, dan rutinitas hariannya.
Pada akhirnya, hal itu menjadi contoh bentuk berbagi informasi yang berlebihan di era digital.
Meskipun tidak selalu mempublikasikan alamat, atau nomor telepon secara langsung, mereka malah meninggalkan potongan-potongan kecil informasi yang dapat digabungkan untuk memperluas jejak digitalnya.
Jejak digital Penting
Mungkin kitta perlu memahami juga, jejak digital mencakup semua informasi yang ditinggalkan seseorang secara online melalui unggahan, komentar, profil, pesan, data lokasi, dan banyak lagi.
Pada akhirnya, setelah informasi tersedia untuk umum, pengguna sering kehilangan kendali atas bagaimana informasi tersebut dan dapat digunakan kembali oleh pihak lain untk tujuan kejahatan.
BACA JUGA:Menkomdigi Ungkap Risiko Digital Jadi Alasan Pembatasan Usia Anak hingga 16 Tahun
Foto yang diunggah untuk teman dapat disalin, diunggah ulang, atau digabungkan dengan informasi lain yang tersedia untuk umum.
Sementara itu, nama pengguna dapat mengarahkan seseorang ke platform lain dan akun lama, yang dapat mengungkapkan detail yang tidak lagi diingat oleh anak dan remaja.
Pintu Masuk Kejahatan
Bagi penjahat siber dan pelaku penipuan digital, detail-detail tersebut pun dapat menjadi berharga dan bisa dimanfaatkan.
Informasi yang dikumpulkan dari profil publik anak dapat membantu penyerang membuat pesan tautan phishing yang lebih meyakinkan, meniru seseorang yang dikenal anak tersebut, atau membuat profil palsu.
Bahkan, detail kecil, antara lain hobi favorit, nama sekolah, atau rencana mendatang, dapat membantu membuat pesan penipuan tampak lebih meyakinkan. (adm)