Sembilan Bulan 2026, Mitratel Bukukan Laba Bersih Rp1,55 Triliun

Sembilan Bulan 2026, Mitratel Bukukan Laba Bersih Rp1,55 Triliun

Menara telelomunikasi milik Mitratel. (Dok Mitratel)--

Perkembangan itu makin memperkuat peran jaringan fiber optik sebagai infrastruktur pendukung konektivitas yang melengkapi menara bisnis sekaligus memperluas peluang dalam memenuhi kebutuhan kapasitas jaringan dan pengembangan layanan telekomunikasi. 

Mitratel pun terus mengoptimalkan potensi aset yang ada melalui pemanfaatan alat analisis pemasaran untuk mengidentifikasi peluang kolokasi, memetakan kebutuhan jaringan, dan meningkatkan menekankan strategi komersial. 

Pendekatan berbasis data diharapkan dapat mendorong pemanfaatan aset yang lebih optimal, meningkatkan produktivitas operasional, serta memperkuat efektivitas pengembangan bisnis. 

Perseroan juga memanfaatkan teknologi terkini, antara  lain kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan serba internet (internet of things/IoT) guna memantau infrastruktur, pemeliharaan aset, serta peningkatan efisiensi operasional. 

BACA JUGA:Mitratel dan AALTO Kembangkan Infrastruktur Telko Indonesia

Next-Generation TowerCo

Di sisi lain, upaya transformasi Mitratel menuju Next-Generation TowerCo dilakukan dengan tetap memperkuat inti bisnis inti menara dan fiber optik sekaligus mengembangkan layanan infrastruktur guna menjawab kebutuhan industri telekomunikasi yang terus berkembang. 

Salah satu inisiatif yang dikembangkan adalah Green Tower as a Service (GTAS) guna mendukung efisiensi pengelolaan infrastruktur dan kebutuhan energi operator telekomunikasi. 

Mitratel juga mengembangkan peluang bisnis pemanfaatan menara telekomunikasi untuk implementasi fixed wireless access (FWA) dalam mendukung perluasan akses internet (broadband) sesuai dengan kebutuhan pasar dan potensi bisnis.

Pengembangan tersebut merupakan bagian dari upaya perseroan dalam memperluas sumber pertumbuhan, memperkuat relevansi layanan bagi penyewa dan mitra operator, serta meningkatkan nilai tambah dari infrastruktur yang dimiliki. 

Implementasinya pun dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar, kelayakan investasi, dan potensi kontribusinya terhadap kinerja Mitratel. (abm)