Infodigital.co.id

BNI Finance dan Microsoft Perkuat Layanan Multifinance di Indonesia

Ilustrasi migrasi data BNI Finance ke Microsoft Azure. (Dok Microsoft)

Jakarta, ID – PT BNI Multifinance (BNI Finance),  anak usaha dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk yang beroperasi sejak tahun 1983, memperkuat layanan multifinance-nya dengan mengadopsi Microsoft Azure.

Keputusan besar itu diambil seiring meningkatnya volume transaksi dan kompleksitas bisnis. BNI Finance melihat perlunya dukungan infrastruktur digital lebih modern, terintegrasi, dan siap mendukung inovasi berbasis data.

Keputusan memigrasikan core system BNI Finance ke layanan Microsoft Azure pun bukan hanya karena mempertimbangkan performa teknologinya.

Layanan Microsoft Azure juga dinilai mampu menjamin faktor krusial, seperti keamanan data, kepatuhan terhadap regulasi sektor keuangan nasional, serta ketersediaan layanan dengan standar tinggi.

Kepala Divisi IT BNI Finance Yudi Satriadi Thamrin mengatakan, migrasi itu bukan sekadar pindah ‘rumah’ infrastruktur, melainkan langkah strategis untuk membangun fondasi digital yang aman dan siap menyambut inovasi berbasis data dan AI demi kemajuan bisnis jangka panjang.

“Kehadiran cloud region (Microsoft) yang beroperasi di Indonesia juga krusial bagi kami untuk meminimalisasi latensi dan memastikan residensi data tetap berada di dalam negeri sesuai amanat regulasi nasional,” tegas Yudi, dikutip InfoDigital.co.id, Jumat (8/5/2026).

Menurut dia, Fitur keamanan Azure, mulai dari enkripsi tingkat lanjut dan manajemen identitas, melalui Microsoft Entra dan Microsoft Defender for Cloud, memberikan keyakinan bagi BNI Finance untuk menjalankan core system di atas platform cloud Azure.

Terlebih, kehadiran Indonesia Central Cloud Region Microsoft yang berlokasi di dalam negeri juga menjadi faktor penting karena membantu memastikan residensi data tetap berada di dalam negeri sekaligus meminimalisasi  latensi layanan.

Azure Go to Market Lead Microsoft Asean Fiki Setiyono menambahkan, keberhasilan BNI Finance menjalankan aplikasi inti krusial di Azure menunjukkan bagaimana Microsoft menghadirkan solusi cloud dan AI dengan skalabilitas dan keamanan yang mendukung transformasi bisnis. “Tidak hanya itu, kolaborasi dengan pelanggan dan mitra kami juga menegaskan peran Microsoft sebagai katalisator transformasi digital bagi sektor jasa keuangan di Indonesia,” tutur Fiki Setiyono.

Migrasi Singkat

Sementara itu, pemindahan data dalam jumlah besar milik BNI Finance ke layanan Microsoft Asure bukanlah pekerjaan sederhana dan cukup kompleks. Namun, hal ini bisa dilakukan dalam 2 bulan saja.

Tim Teknologi informasi (TI) BNI Finance harus memindahkan lebih dari 200 terabyte data, lebih dari 100 layanan aplikasi, serta berbagai microservices yang saling terhubung secara kompleks.

Semua pekerjaan itu pun harus selesai dalam waktu kurang dari dua bulan, tanpa mengganggu operasional bisnis yang melayani rata-rata lebih dari 1.000 transaksi per bulan di 52 kantor cabang di seluruh Indonesia.

Proses tersebut mencakup redeployment aplikasi, migrasi database secara daring menggunakan database migration service (DMS), serta pemanfaatan Azure Migrate untuk memastikan perpindahan seluruh data aplikasi dan program inti berjalan efisien.

Sementara itu, proses migrasi juga melibatkan pemindahan berbagai sistem dan data penting perusahaan ke Indonesia Central Could Region milik Microsoft.

Berkat kolaborasi dan dukungan dari PT Intikom Berlian Mustika (INTIKOM) sebagai mitra teknologi, seluruh proses dilakukan dengan pengamanan berlapis untuk memastikan kelangsungan layanan bagi pelanggan.

Alhasil, seluruh proses migrasi rampung hanya dalam waktu dua bulan, tanpa adanya data hilang (zero data loss) dan tanpa mengganggu layanan operasional bisnis yang sedang berjalan.

Artinya, lebih dari 99,5% service level agreement (SLA) layanan dapat terus terjaga selama masa migrasi. (bdm)

Komentar

Iklan