Infodigital.co.id

AWas, Waspadai Serangan e-Mail dan Cara Atasi

Ilustrasi ancaman spam dan phishing di e-mail. (Dok Kaspersky)

Jakarta, ID – Para pengguna surat elektronik (electronic mail/e-mail) tetap perlu waspada terhadap serangan siber. Sebab, serangan spam, phishing, dan malware lewat e-mail masih tinggi tahun 2025 dan diprediksi berlanjut 2026.

Data Kaspersky, perusahaan konsultan dan penyedia solusi sekuriti siber asal Rusia, menyebut, individu dan pengguna korporasi menghadapi lebih dari 144 juta lampiran e-mail berbahaya, atau tumbuh 15% pada 2025 dibandingkan tahun 2024, dan berpotensi berlanjut 2026.

Menurut telemetri Kaspersky, sebanyak 44,99% pesan yang dikirim melalui e-mail dari lalu lintas global juga tak diinginkan (spam) tahun 2025.

Spam tidak hanya terdiri atas e-mail yang tidak diminta, tetapi juga dapat mencakup berbagai ancaman e-mail bermaterikan penipuan, pesan yang menyamar (phishing), dan virus berbahaya (malware).

E-mail phishing tidak boleh diremehkan. Laporan kami mengungkap, satu dari sepuluh serangan bisnis dimulai dengan phishing, sebagian besar berupa ancaman berkelanjutan tingkat lanjut (advanced persistent threats/APT),” ujar Roman Dedenok, pakar anti-spam Kaspersky, dikutip InfoDigital.co.id, Senin (16/2/2026).

Pada 2025, Kaspersky melihat peningkatan kecanggihan serangan e-mail yang ditargetkan. Bahkan, detail terkecil pun dirancang dengan cermat dalam aksi berbahaya ini, termasuk komposisi alamat pengirim dan penyesuaian konten.

Modifikasi AI generatif telah secara signifikan memperkuat ancaman tersebut, sehingga memungkinkan penyerang untuk membuat pesan phishing yang meyakinkan dan personal.

Wilayah dan Negara Sasaran Utama

Data Kaspersky menyebutkan, tahun 2025, kawasan Asia-Pasifik memiliki pangsa terbesar dalam deteksi antivirus terhadap serangan siber yang menyasar e-mail mencapai 30%, diikuti oleh Eropa dengan 21%.

Selanjutnya, kawasan Amerika Latin (16%) dan Timur Tengah (15%), Rusia dan bekas negara-nagara bagian Uni Soviet/CIS (12%), dan Afrika (6%).

Untuk negara, China memiliki tingkat lampiran e-mail berbahaya tertinggi dengan deteksi antivirus 14%. Rusia berada di peringkat kedua (11%), diikuti oleh Meksiko (8%), Spanyol (8%), dan Turki (5%).

Deteksi antivirus pada e-mail pada semua kawasan dan negara tersebut mencapai puncaknya secara moderat pada bulan Juni, Juli, dan November.

Analisis tahunan Kaspersky juga telah mengidentifikasi beberapa tren yang terus berlanjut dalam lanskap ancaman spam dan phishing e-mail yang diperkirakan berlanjut hingga tahun 2026 ini.

Cara Aman Atasi e-Mail Phishing

Sementara itu, untuk tetap aman dari e-mail phishing pada 2026 ini, Kaspersky merekomendasikan beberapa antisipasi dan langkah keamanan sebagai berikut.

1. Waspadai undangan online yang tidak diminta dari platform mana pun, bahkan jika tampaknya berasal dari sumber tepercaya.

2. Periksa URL dengan cermat sebelum mengklik.

3. Jangan menghubungi nomor telepon yang tertera dalam e-mail mencurigakan.

4. Bagi pengguna korporasi, Kaspersky Security for Mail Server dengan mekanisme pertahanan berlapis yang didukung oleh algoritma pembelajaran mesin memberikan perlindungan kuat terhadap berbagai ancaman yang terus.

5. Pastikan semua perangkat perusahaan, termasuk ponsel pintar, dilengkapi dengan perangkat lunak keamanan yang andal.

6. Lakukan pelatihan rutin tentang taktik phishing modern kepada karyawan. (lmm)

Komentar

Iklan