Tak Ada Rencana Grab Hengkang dari Indonesia
Jakarta, ID – Grab, salah satu aplikasi super (superapp) terkemuka di Asia Tenggara dan Indonesia, menegaskan komitmennya untuk tetap hadir dan melayani para pelanggannya di Indonesia.
CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi pun membantah dengan tegas adanya rumor yang mengabarkan bahwa Grab akan hengkang/keluar dari pasar Indonesia.
“Indonesia merupakan ekosistem penting bagi Grab,” tegas Neneng, dalam pernyataannya, dikutip InfoDigital.co.id, Kamis (4/6/2026).
Menurut Neneng, Grab telah hadir untuk Indonesia selama lebih dari 10 tahun. Grab pun berkomitmen untuk terus bertumbuh dan mengambil peran aktif dalam mendukung kehidupan masyarakat Indonesia.
Karena itu, Grab juga senantiasa menghormati arahan dan kebijakan Pemerintah Indonesia.
Grab berkomitmen untuk terus berjalan selaras dengan agenda nasional dalam memperkuat ekonomi digital kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan.
Rumor Grab akan hengkang dari Indonesia salah satunya dilatarbelakangi oleh penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi (Ojek) Online.
Presiden Prwabowo Subianti memerintahkan agar Grab dan Gojek (GoTo) menurunkan potongan bagi mitra driver ojek online GrabBike dan GoRide diturunkan menjadi 8% dari sebelumnya 20%.
Selama ini, Grab dan Gojek menerapkan skema bagi hasil 80% bagi mitra pengemudi GrabBike dan GoRide 20%. Dengan kata lain, Grab dan Gojek akan menerapkan potongan menjadi 8% dari sebelumnya 20%.
Neneng melanjutkan, selama lebih dari satu dekade, Grab telah menjadi bagian dari keseharian jutaan masyarakat Indonesia.
Komitmen tercermin dari kontribusi Grab terhadap sekitar 50% industri ride-hailing dan pengantaran online, dukungannya dalam menciptakan 4,6 juta peluang kerja melalui digitalisasi UMKM, serta program Grab untuk Indonesia senilai lebih dari Rp100 miliar bagi Mitra Pengemudi.
“Grab akan terus berkolaborasi dengan pemerintah, mitra, dan seluruh pemangku kepentingan, karena bagi Grab, Indonesia bukan sekadar ekosistem, melainkan rumah tempat kami tumbuh bersama masyarakat,” pungkas Nenang.
Di Asia Tenggara
Grab merupakan aplikasi super terkemuka di Asia Tenggara yang beroperasi di seluruh sektor layanan pengantaran, mobilitas, dan keuangan digital.
Grab melayani lebih dari 800 kota di delapan negara Asia Tenggara, termasuk di Kamboja, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Grab telah membantu jutaan orang setiap harinya untuk memesan makanan atau barang kebutuhan harian, mengirim paket, memesan tumpangan atau taksi, melakukan pembayaran untuk pembelian online atau mengakses layanan seperti pinjaman dan asuransi, semuanya melalui satu aplikasi.
Grab didirikan pada 2012 dengan misi memajukan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dengan menghadirkan pemberdayaan ekonomi berkelanjutan bagi semua orang. (abm)




