Infodigital.co.id

Link Net Gelar RUPST dan LB 3 Juni 2026

Ilustrasi layanan Link Net. (Dok Link Net)

Jakarta, IDPT Link Net Tbk, emiten penyelenggara jaringan tetap dan internet serta multimedia berbasis kabel berkode saham LINK, akan menggelar RUPST dan RUPSLB pada 3 Juni 2026.

Gelaran rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dan luar biasa (RUPSLB) Link Net tersebut akan dilakukan guna melaporkan hasil kinerja keuangan tutup buku tahun 2025 dan penambahan bidang usaha baru.

Corporate Secretary Link Net Rininta Agustina Widya Pratika mengatakan, perseroan menyampaikan maksud dari pemberitahuan penyelenggaraan RUPST dan RUPSLB.

“Lokasi Ppenyelenggaraan RUPS  pada 3 Juni 2026, waktu 09.30 WIB di The Westin Jakarta Jl HR Rasuna Said, Kav C-22, Jakarta 12910,” ungkap Rintinta, dikutip InfoDigital.co.id, Rabu (13/5/2026).

Sementara itu, pemegang saham yang berhak hadir dalam RUPST dan LB tersebut harus tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) paling lambat (recording date) pada 11 Mei 2026.

Rininta menjelaskan, agenda RUPST mengagendakan persetujuan atas laporan tahunan dan pengesahan laporan keuangan Link Net untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.

RUPST juga memberikan pembebasan dan pelunasan sepenuhnya (acquit et de charge) kepada seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris Link Net yang masih menjabat sekarang.

Selanjutnya, RUPST menjadi sarana meminta persetujuan atas penetapan penggunaan laba bersih perseroan dari tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.

Kemudian, persetujuan atas penunjukan kantor akuntan publik untuk mengaudit kinerja Link Net untuk tahun buku 2026 dan pemberian wewenang kepada direksi untuk menetapkan jumlah honorarium beserta persyaratan lain penunjukannya.

Lalu, persetujuan atas penetapan honorarium, tunjangan, gaji, bonus dan/atau remunerasi lainnya bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris Link Net untuk tahun buku 2026.

“Terakhir, persetujuan atas pengangkatan kembali anggota Dewan Komisaris perseroan (Link Net),” tutur Rininta.

RUPSLB dan Harga Saham

Di sisi lain, agenda RUPSLB Link Net mengagendakan persetujuan atas perubahan pasal 3 anggaran dasar perseroan terkait dengan penambahan kegiatan usaha pendukung atas kegiatan usaha perseroan saat ini.

Kemudian, penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 mengacu pada Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2025 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia.

Beberapa kegiatan usaha baru yang akan ditambahkan antara lain  layanan pemasangan sistem elektronika, pemasangan konstruksi lainnya, keamanan siber, penerbitan software,  dan perdagangan besar suku cadang elektronik.

Pada perdagangan Selasa (12/5/2026), saham LINK ditransaksikan melemah Rp145 (8,260%) ke penutupan Rp1.610 yang juga menjadi level terendah. Sahamnya dibuka dari Rp1.790 yang juga menjadi posisi tertinggi. (bdm)

Komentar

Iklan