Infodigital.co.id

2025, Telkom Belanjakan Capex Rp27 Triliun

Menara telekomunikasi BTS milik Mitratel. (Dok Mitratel-Telkom)

Jakarta, ID – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, emiten telko dan digital terbesar di Tanah Air berkode saham TLKM, membelanjakan dana modal (capital expenditure/capex) untuk ekspansi Rp27,5 triliun pada 2025.

Nilai capex tersebut mencapai 18,8% dari total pendapatan. Pertumbuhan bisnis infrastruktur didorong oleh konsistensi TelkomGroup dengan  menjaga disiplin investasi dengan alokasi capex.

“Mayoritas belanja modal sebesar 93% dialokasikan untuk perluasan infrastruktur segmen B2C, B2B Infrastructure, dan internasional,” ujar Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, dikutip InfoDigital.co.id, Selasa (12/5/2026).

Sementara itu, investasi yang tersisa, 7% dialokasikan untuk mendukung pengembangan platform digital dengan tetap mengoptimalkan synergy value.

Telkom pun tetap optimistis terhadap potensi pertumbuhan dan mendorong inovasi dan penguatan kapabilitasnya sepanjang tahun 2025 dan menopang proyeksi 2026.

Salah satunya, melalui anak usaha yang menangani bisnis seluler dan data (B2C) Telkomsel, Telkom terus memperbanyak menara penguat sinyal seluler (base transceiver station/BTS), baik 4G/LTE maupun 5G.

Di sisi lain, ekspansi layanan internet rumahan, antara lain melalui IndiHome, dilakukan secara lebih tajam dengan memperhatikan kemampuan belanja masyarakat serta memastikan efektivitas pemanfaatan modal untuk menjaga pertumbuhan perusahaan yang sehat secara jangka panjang.

Telkom juga mengembangkan layanan dan solusi connectivity+, cybersecurityartificial intelligence (AI), serta mendorong pengembangan melalui kemitraan strategis dengan pemain teknologi global.

Pada segmen B2B Infrastructure, melalui sinergi kekuatan dan kepemilikan infrastruktur yang ekstensif, TelkomGroup terus mempercepat pembangunan infrastruktur digital nasional.

Telkom pun terus ekspansi antara lain dengan membangun backbone serat optik dengan total lebih dari 210.000 km, menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh nusantara, layanan data center dan cloud, dan konektivitas satelit untuk menjangkau area blank spot dan wilayah geografis yang menantang.

Langkah tersebut ditempuh sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan digital Indonesia yang inklusif dan lebih merata ke seluruh wilayah Tanah Air. (lmm)

Komentar

Iklan