Lengser dari CEO, Tim Cook Berhasil Tingkatkan Pendapatan Apple 4 Kali Lipat
Jakarta, ID – Apple, raksasa vendor produk teknologi informasi dan perangkat pintar asal Cupertino, Amerika Serikat (AS), mengumumkan Tim Cook akan mundur dari posisi Chief Executive Officer (CEO) per 1 September 2026. Berikut regenerasi dan pencapaian Cook selama jadi CEO Apple.
Sementara itu, Cook akan mengemban peran baru sebagai Executive Chairman Apple, dan John Ternus, senior vice president Hardware Engineering, akan diangkat sebagai CEO Apple berikutnya di waktu sama.
Transisi yang disetujui secara bulat oleh jajaran Direksi Apple itu mengikuti proses perencanaan sukses jangka panjang yang matang.
Sementara waktu, Cook akan melanjutkan perannya sebagai CEO sepanjang musim panas saat bekerja erat dengan Ternus dalam memastikan proses transisi yang lancar.
Sebagai Executive Chairman, Cook tetap akan membantu dengan beberapa aspek perusahaan, termasuk berinteraksi dengan para pembuat kebijakan di seluruh dunia.
“Merupakan suatu kehormatan besar dalam hidup saya untuk menjabat sebagai CEO Apple dan telah dipercayai untuk memimpin perusahaan yang sangat luar biasa,” ungkap Cook, dikutip InfoDigital.co.id, Rabu (22/4/2026).
Tim Cook bergabung dengan Apple sejak tahun 1998. Dia diangkat sebagai CEO pada tahun 2011 dan telah memimpin diperkenalkannya berbagai macam jenis produk dan layanan Apple.
Beberapa di antaranya termasuk kategori baru, seperti Apple Watch, AirPods, dan Apple Vision Pro, serta berbagai layanan mulai dari iCloud dan Apple Pay hingga Apple TV dan Apple Music.
Dia juga memegang peran penting dalam mengembangkan lini produk yang ada saat ini.
Di bawah kepemimpinan Cook, kapitalisasi pasar Apple telah tumbuh dari US$350 miliar menjadi US$4 triliun, mewakili peningkatan lebih dari 1.000%.
Di sisi lain, pendapatan tahunan Apple telah meningkat hampir empat kali lipat dari US$108 miliar tahun buku 2011 menjadi lebih dari US$416 miliar pada tahun buku 2025.
Hadir di Lebih 200 Negara
Apple juga kini telah memperluas kehadirannya di tingkat global secara substansial, terutama di pasar berkembang. Apple kini telah hadir di lebih dari 200 negara dan wilayah.
Apple mengoperasikan lebih dari 500 toko ritel dan telah meningkatkan lebih dari dua kali lipat jumlah negara tempat pelanggannya dapat mengunjungi Apple Store.
Selama masa jabatannya, karyawan Apple telah bertambah menjadi lebih dari 100.000 anggota tim dan meningkatkan basis perangkat aktif terpasangnya menjadi lebih dari 2,5 miliar perangkat.
Apple Services telah menjadi fokus utama Cook dan, selama masa jabatannya, kategori tersebut telah tumbuh menjadi bisnis yang nilainya lebih dari US$100 miliar, setara dengan perusahaan Fortune 40.
Cook juga berperan penting dalam menciptakan kategori wearable di Apple, yang kini mencakup jam tangan dan headphone yang paling populer di seluruh dunia. Kategori ini pun menjadi fondasi yang berdampak luar biasa bagi kesehatan dan keselamatan para penggunanya.
Di bawah kepemimpinan Cook, Apple juga telah bertransisi ke silikon rancangan Apple, sehingga memungkinkan perusahaan untuk memiliki lebih banyak kendali atas teknologi utamanya.
Apple pun menghadirkan peningkatan terdepan di industri dalam efisiensi daya dan performa yang secara langsung memberikan manfaat bagi para pengguna semua produknya.
Cook telah menjadikan nilai-nilai inti Apple semakin utama dalam proses pengambilan keputusan dan pengembangan produk perusahaan.
Di bawah kepemimpinannya, perusahaan telah mengurangi jejak karbonnya lebih dari 60% di bawah level tahun 2015 selama periode di mana pendapatan meningkat hampir dua kali lipat.
Cook, yang sudah lama menjadi pendukung kuat privasi sebagai hak asasi manusia yang mendasar, juga menjadikan privasi dan keamanan sebagai prioritas utama di Apple.
Dia dinilai telah menetapkan standar dalam perlindungan pengguna yang terus membedakan perusahaan dari seluruh pemain lain dalam industri teknologi. (abm)




