54 Jutaan Serangan Siber Ancam Indonesia
Jakarta, ID – Kaspersky, perusahaan konsultan dan penyedia solusi sekuriti siber global asal Rusia, menemukan adanya 54 jutaan upaya serangan siber di Indonesia tahun 2025.
Menurut data terbaru dari Kaspersky, terdapat 14.909.665 serangan siber berbasis web serta 39.718.903 ancaman pada perangkat yang terdeteksi dan diblokir di Indonesia tahun lalu.
Di sisi lain, Kaspersky juga mengungkapkan bahwa 20% perusahaan yang beroperasi di Indonesia juga mengalami serangan siber yang mengancam pada rantai pasoknya tahun lalu.
Lanskap keamanan siber di Indonesia pun disebut telah mengalami peningkatan signifikan, baik dalam kompleksitas maupun volume ancaman dalam beberapa tahun terakhir.
Seiring tren meningkatnya ancaman siber, perusahaan-perusahaan di Indonesia pun tidak bisa lagi mengandalkan sistem keamanan siber yang terfragmentasi, namun mesti yang terintegrasi.
Karena itu, Kasperky memandang pusat operasi keamanan (security operations center/SOC) terintegrasi yang didukung oleh security information and event management (SIEM) dan intelijen ancaman real-time sangat penting dihadirkan.
Kehadiran SIEM berfungsi untuk memungkinkan deteksi ancaman dini, respons insiden yang cepat, dan menjaga pertahanan bisnis yang berkelanjutan.
SIEM merupakan solusi keamanan siber gabungan antara manajemen informasi keamanan (security information management/SIM) dan manajemen kejadian keamanan (security event management SEM) untuk mendeteksi, menganalisis, serta merespons ancaman secara real-time.
“Dengan SOC terintegrasi, Kaspersky menegaskan kembali komitmen untuk memperkuat ketahanan siber Indonesia dan melindungi aset digital di tengah lanskap ancaman yang semakin dinamis,” ungkap Country Manager untuk Indonesia di Kaspersky Defi Nofitra, dikutip InfoDigital.co.id, Kamis (9/4/2026).
Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, Kaspersky pun telah membangun SOC generasi berikutnya yang berevolusi dengan integrasi AI untuk memungkinkan deteksi, respons, dan otomatisasi.
Implementasi SOC makin diperkuat melalui integrasi dengan sistem SIEM dan penggunaan intelijen ancaman secara real-time, yang memungkinkan korelasi data tingkat lanjut di berbagai sumber dan deteksi ancaman lebih akurat.
Tren SOC di Indonesia
Lanskap ancaman yang terus berkembang pun berdampak langsung kepada organisasi/perusahaan, mulai dari gangguan operasional, pelanggaran data hingga kerugian finansial dan kerusakan reputasi.
Munculnya ancaman yang semakin canggih, termasuk ancaman berkelanjutan tingkat lanjut (advanced persistent threats/APT), serangan berbasis AI, dan eksploitasi seluler.
Dengan situasi tersebut, sistem organisasi menghadapi risiko serangan yang lebih tinggi. Mereka pun membutuhkan pendekatan keamanan reaktif ke strategi proaktif berbasis intelijen seperti membangun SOC.
SOC merupakan unit organisasi khusus yang bertanggung jawab untuk pemantauan dan pengamanan infrastruktur TI perusahaan secara berkelanjutan. Misi intinya secara proaktif mendeteksi, menganalisis, dan menanggapi ancaman keamanan siber.
Menurut penelitian terbaru oleh Kaspersky, lebih dari setengah (58%) pemimpin dan pengambil keputusan TI di Indonesia percaya bahwa membangun SOC dapat meningkatkan tingkat keamanan siber mereka.
Selain itu, 65% perusahaan di negara ini mengakui berencana untuk meningkatkan SOC dengan AI, dengan 53% mencatat peningkatan efektivitas deteksi ancaman menjadi alasan utama untuk meningkatkan SOC dengan AI.
Namun, pembangunan SOC, terutama dengan mengintegrasikannya dengan teknologi AI, memiliki tantangan tersendiri bagi organisasi di Indonesia.
Studi Kaspersky juga menunjukkan, beberapa tantangannya meliputi 47% kekurangan data pelatihan berkualitas tinggi, 37% kekurangan spesialis AI yang berkualitas dalam tim internal, dan 29% kekurangan solusi yang sesuai di pasaran. (bdm)




