91% Orang Tua RI Dukung Akun Medsos Remaja
Jakarta, ID – Survei terbaru Meta Platform Inc, melalui Ipsos, mengungkap bahwa 91% orang tua dan wali anak di Indonesia (RI) mendukung perusahaan media sosial (medsos) menghadir akun khusus untuk remaja yang menawarkan perlindungan tambahan. Meta pun telah mewujudkannya di Instagram, Facebook, dan Messenger.
Kesimpulan itu didapatkan berdasarkan survei terhadap 1.001 orang dewasa Indonesia yang merupakan orang tua atau wali dari setidaknya satu anak berusia 13-17 tahun. Survei dilakukan secara daring pada 12-15 Agustus 2025.
Meta pun kini telah memperluas fitur akun remaja ke Facebook dan Messenger di Indonesia untuk meningkatkan keamanan remaja dan memberikan ketenangan bagi orang tua. Ini dilakukan setelah diterapkan di Instagram mulai awal 2025.
Langkah tersebut dirancang untuk mendukung prioritas keselamatan keluarga sekaligus memungkinkan remaja menggunakan medsosl secara aman di lingkungan yang terlindungi.
“Riset Ipsos terbaru menunjukkan sebanyak 91% orang tua dan wali yang disurvei di Indonesia mendukung perusahaan medsos menciptakan akun khusus untuk remaja dengan perlindungan tambahan, dan 92% menganggap akun remaja Instagram bermanfaat bagi orang tua,” ujar Direktur Kebijakan Publik untuk Produk APAC Philip Chua, dikutip InfoDigital.co.id, Rabu (1/10/2025).
Selain itu, lanjut dia, 87% orang tua dan wali yang disurvei mengatakan akun remaja di Instagram membuat lebih percaya diri membiarkan remajanya menggunakan Instagram.
Lebih dari 90% orang tua dan wali juga menyebut, setiap perlindungan bawaan yang diberikan oleh akun remaja Instagram akan membantu mendukung anak remajanya.
“Kami, di Meta, berkomitmen mendukung keluarga dan menciptakan pengalaman online yang lebih aman dan positif bagi remaja di Indonesia,” imbuhnya.
Dia menjelaskan, Meta Group, upaya melindungi pengguna, termasuk remaja, prioritas utama. Selama lebih dari satu dekade, Meta telah mengembangkan produk yang mengutamakan keselamatan remaja.
Kini, makin banyak pihak di industri yang sepakat bahwa remaja berhak mendapatkan perlindungan yang konsisten di semua platform digital yang mereka gunakan.
Karena itu, di awal tahun ini, Meta telah memperkenalkan akun remaja Instagram di Indonesia, yang menghadirkan pengalaman baru bagi remaja serta orang tua dan wali mereka.
Akun Remaja memiliki perlindungan bawaan yang membatasi siapa yang dapat menghubungi remaja dan jenis konten yang dapat mereka lihat, serta membantu memastikan waktu mereka di media sosial digunakan secara positif.
Remaja secara otomatis ditempatkan ke dalam akun remaja. Remaja yang berusia di bawah 16 tahun pun memerlukan izin orang tua atau wali untuk mengubah pengaturan bawaan menjadi lebih longgar.
Dukungan Kuat Orang Tua
Meta merancang akun remaja dengan mempertimbangkan kekhawatiran utama orang tua dan wali anak. Dalam riset terbaru, mereka menyatakan dukungan kuat terhadap kehadiran akun remaja di Instagram.
Survei yang dilakukan oleh Ipsos, atas nama Meta, terhadap orang tua dan wali di Indonesia mengungkap dua hal sebagai berikut.
1. Komitmen Meta dukung remaja
Meskipun hasil survei sangat positif, Meta terus berinovasi untuk mendukung orang tua, wali, dan remaja. Karena itu, Mera dengan bangga mengumumkan bahwa pengalaman akun remaja kini diperluas ke Facebook dan Messenger di Indonesia.
Hal itu ajab memberikan dukungan dan ketenangan lebih bagi orang tua dan wali, serta memastikan remaja dapat terhubung dengan teman dan mengeksplorasi minat mereka di media sosial dengan perlindungan yang memadai.
Serupa dengan yang diterapkan di Instagram, pembatasan otomatis pun diberlakukan terhadap kontak yang tidak pantas atau tidak diinginkan, serta fitur untuk memastikan waktu remaja di media sosial digunakan secara positif.
2. Seimbangkan manfaat koneksi daring
Dukungan besar dari orang tua dan wali terhadap pengalaman daring khusus remaja dengan perlindungan bawaan menunjukkan pentingnya pendekatan seimbang terhadap keselamatan daring.
Pembatasan akses untuk anak di bawah 16 tahun di medsos bisa mengurangi peluang berharga untuk terhubung, belajar, dan hiburan.
Sebaliknya, pendekatan yang terukur dengan akun khusus remaja menghargai prioritas keselamatan keluarga sekaligus memungkinkan remaja menggunakan media sosial secara aman di lingkungan yang terlindungi. (bdm)




